Pentingnya Air Putih untuk Kesehatan Si Kecil

Air putih bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun tidak semua orangtua menyadari manfaat air putih yang seungguhnya bagi perkembangan buah hatinya.

Artikel Terbaru
Kenali Ciri Air Minum Tak Layak Konsumsi
Minum air merupakan salah satu cara untuk memenuhi cairan tubuh. Air yang dikonsumsi pun harus layak minum karena air minum yang tercemar tentu bisa berbahaya bagi kesehatan kita. Oleh karena itu, Bunda harus mengetahui ciri air yang layak dan tidak layak dikonsumsi. Pentingnya air untuk tubuh Lebih dari setengah tubuh manusia atau sekitar 60 persen tersusun atas air. Pada bayi di bawah usia 1 tahun mencapai 75-80 persen. Air terdapat dalam seluruh bagian tubuh. Air membuat sel-sel tubuh berfungsi maksimal, penting dalam peredaran darah, dan menjaga suhu tubuh. Air yang ada di dalam tubuh dikeluarkan melalui beberapa cara: keringat (sekitar 100 ml), feses (sekitar 200 ml), urin (setidaknya 500 ml), dan insensible water loss, lewat penguapan dari kulit dan jalan napas (sekitar 800 ml). Jumlah air yang dikeluarkan tubuh bukanlah angka mutlak, tetapi bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Contohnya, kita akan mengeluarkan lebih banyak keringat saat berolahraga atau pada saat diare, jumlah air yang keluar dari tubuh akan lebih banyak lewat feses dan urin. Dampak kekurangan air Kekurangan cairan atau dehidrasi bisa menyebabkan beragam gejala pada tubuh, bergantung pada tingkat keparahan dehidrasi. Gejala yang muncul bisa ringan, dimulai dari haus, konsentrasi berkurang, sakit kepala, hingga hilang kesadaran. Kebutuhan air tiap individu memang berbeda, bergantung pada seberapa banyak cairan yang hilang dari tubuhnya. Namun, ada panduan angka kecukupan gizi dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Laki-laki dewasa membutuhkan minimal 2, 5-2,6 liter atau 8 gelas air putih setiap harinya. Sementara itu, perempuan dewasa membutuhkan minimal 2, 3 liter atau tujuh gelas. Baca Juga: 5 Cara Jitu Agar Si Kecil Banyak Minum Air Ciri air layak minum Dalam memenuhi kebutuhan cairan harian, kita harus memerhatikan kelayakan air yang dikonsumsi. Bunda harus memerhatikan kualitas air yang Bunda dan keluarga konsumsi. Waspadai air minum yang terdapat ciri sebagai berikut. Air tidak bening Air minum seharusnya jernih dan bening. Kita bisa langsung mengetahuinya dengan mata telanjang. Coba perhatikan apakah air minum yang kita konsumsi berwarna, contohnya air berwarna kecokelatan karena bisa saja terkontaminasi karat pipa air. Tidak meninggalkan noda Bagi Bunda yang sering mengonsumsi air tanah sebagai air minum sehar-hari, perlu dipastikan lagi kalau air tanah di rumah Bunda layak untuk dikonsumsi. Ada beberapa daerah yang air tanahnya seringkali meninggalkan noda kuning, itu tandanya air tanah tersebut telah terkontaminasi dengan tembaga atau klorin. Kalau Bunda tetap mengonsumsinya berdalih telah dimasak, maka dalam jangka panjang bisa menyebabkan anemia, masalah pencernaan, dan yang lebih parah lagi bisa mengakibatkan kerusakan hati dan ginjal. Air berbau Air yang berbau, apalagi baunya menyengat, merupakan pertanda air tersebut mengandung logam berat, seperti arsenic, kromium, atau timbal. Jika demikian, air ini tergolong beracun dan tidak layak untuk dikonsumsi. Jika air berbau seperti pemutih, itu tandanya air tersebut mengandung klorin (baunya seperti bau kolam renang). Pemberian klorin dimaksudkan untuk membunuh bakteri, virus, dan parasit dalam air. Meski demikian, hindari untuk meminumnya. Air memiliki rasa Air yang memiliki rasa seperti logam kemungkinan memiliki pH rendah padahal air layak minum harusnya memiliki pH netral, yaitu sekitar 7. Tak hanya itu, rasa logam bisa disebabkan oleh adanya sisa logam seperti besi, mangan, seng, tembaga, atau karat dari pipa air. Terdapat endapan Air yang memiliki endapan juga tak layak dikonsumsi. Bisa saja endapan tersebut adalah bahan kimia beracun. Jadi, hindari mengonsumsi air yang terdapat endapan. Bagaimana kalau air minum yang dikonsumsi diragukan kelayakannya? Jika air minum yang dikonsumsi diragukan kelayakannya, Bunda bisa membawanya ke laboratorium atau BPOM terdekat untuk memastikan apakah air yang Bunda konsumsi, layak minum atau tidak. Memang sedikit memakan waktu dan biaya, namun tindakan ini demi kelangsungan dan kesehatan Bunda serta keluarga. Apabila ternyata hasilnya memang air tersebut tidak layak minum, Bunda bisa mengambil tindakan dengan menyaringnya dulu menggunakan produk filter air, bila perlu dimasak hingga mendidih agar bebas dari kuman. Alternatif lainnya, Bunda bisa membeli air minum kemasan yang memang layak dan aman untuk dikonsumsi.  Baca Juga: Kualitas Air Minum Menentukan Kesehatan Keluarga  Pilihlah air layak minum dengan kualitas baik untuk dikonsumsi sehari-hari, yaitu air yang bersih dan steril. Morinaga Heiko+ Water adalah air demineral yang steril dan higienis karena diproses dengan teknologi Ultra High Temperature (UHT). Produk ini sudah terbebas dari bakteri, logam berat, dan kontaminan lainnya. Oleh karena itu, Morinaga Heiko+ Water dapat digunakan untuk melarutkan susu atau bubur Si Kecil tanpa Bunda harus takut komposisi kandungannya berubah.  Baca Juga: Pilihan Sumber Air Terbaik Untuk Si Kecil 
Mana yang Lebih Baik, Air Oksigen Atau Air Demineral?
Air termasuk ke dalam kebutuhan pokok manusia.Tubuh manusia 60 persen tersusun atas air. Maka tidak heran bila tiap sistem tubuh manusia memerlukan air untuk berfungsi dengan baik, misalnya untuk menjaga suhu tubuh dan peredaran darah. Kebutuhan air berbeda untuk tiap individu, bergantung pada jenis kelamin, usia, jenis aktivitas, dan lainnya. Panduan angka kecukupan gizi dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa laki-laki dewasa membutuhkan minimal 2,5-2,6 liter atau 8 gelas air putih setiap harinya. Sementara itu, perempuan dewasa membutuhkan minimal 2,3 liter atau tujuh gelas. Terpenuhinya kebutuhan cairan harian dapat membantu mencegah munculnya gangguan kesehatan.  Baca juga: Berapakah Kebutuhan Harian Air Si Kecil Kini, untuk memenuhi permintaan pasar, telah tersedia beragam produk air minum kemasan seperti air mineral, air demineral, air alkali, atau air oksigen. Apakah Anda sedang memertimbangkan air oksigen dan air demineral untuk konsumsi sehari-hari? Yuk, cari tahu mengenai kedua jenis air tersebut. Apa itu air oksigen? Air oksigen adalah jenis air mineral yang melalui proses pengolahan air dari sumber alam kemudian ditambahkan dengan oksigen. Sebuah penelitian mengenai air oksigen dilakukan di Amerika Serikat pada 2006 lalu. Tim peneliti membagi responden atlet lari ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberikan air oksigen, sedangkan kelompok satunya lagi hanya diberikan air minum biasa. Setelah para atlet menyelesaikan latihan dengan berlari sejauh 5 km, peneliti melakukan pengkajian terhadap performa dan kandungan asam laktat dalam darah. Hasilnya menunjukkan, kelompok yang mendapatkan air oksigen memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan atlet yang minum air putih biasa. Meski demikian, para peneliti tidak dapat menemukan perbedaan performa yang signifikan pada kedua kelompok tersebut. Pada dasarnya, oksigen yang kita hirup dari udara yang ada di sekeliling pun sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan oksigen tubuh setiap hari. Sehingga pada kondisi tubuh yang sehat, tidak ada asupan oksigen tambahan dari air minum juga tidak memengaruhi kesehatan tubuh secara signifikan. Lalu, apa yang dimaksud dengan air demineral? Air demineral adalah air yang telah melalui serangkaian proses untuk menghilangkan kandungan mineral di dalamnya. Air jenis ini diperoleh melalui proses pemurnian seperti berikut ini: Distilasi, yaitu pemisahan zat-zat kimia. Deionisasi, yaitu menetralisasi ion positif dan ion negatif. Reverse osmosis, yaitu proses pemurnian. Tubuh manusia membutuhkan mineral dan karena tubuh tidak bisa memproduksi mineral sendiri maka harus didapat dari luar tubuh yaitu asupan air, sayur, dan buah. Namun, asupan mineral yang ada di dalam air adalah mineral anorganik. Jika dikonsumsi berlebihan dapat membuat tubuh bekerja lebih berat. Ini sebabnya sekarang muncul produk air demineral di pasaran. Pada zaman dahulu, orang mendapatkan jenis air demineral dengan meminum air embun di kala sakit untuk tujuan penyembuhan.  Baca juga: Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral Dari sebuah buku yang berjudul Your Water and Your Health, Dr. Allan E. Bani menyebutkan bahwa mengonsumsi air non mineral (air demineral) tidak berpengaruh buruk pada kesehatan, melainkan mempunyai manfaat ganda. Karena air demineral tidak menambah kadar mineral anorganik yang tertimbun dalam jaringan tubuh, malah membantu membersihkan mineral anorganik tadi. Manfaat mengonsumsi air demineral antara lain: Mengurangi risiko terjangkitnya beberapa jenis penyakit karena adanya proses distilasi yang membuat semua kuman dan bakteri mati. Mengurangi risiko masuknya senyawa lain yang akan membahayakan tubuh. Untuk Si Kecil, khususnya batita, manfaat air demineraldapat dapat digunakan sebagai pelarut susu dan makanan pendamping ASI (MPASI) karena tidak akan mengubah komposisi mineral yang sudah ditambahkan ke dalam makanan atau minuman tersebut. Bebas dari kontaminasi bakteri, steril, serta bebas logam berat dan zat kimia berbahaya lainnya sehingga aman dikonsumsi baik orang tua maupun Si Kecil. Jadi, manakah yang lebih baik? Jawabannya adalah tergantung dari kebutuhan dan mana yang lebih cocok dikonsumsi oleh tubuh kita. Baik air oksigen maupun air demineral memiliki manfaatnya masing-masing. Air putih, berapa pun kandungan oksigen dan mineralnya, merupakan salah satu sumber cairan yang memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Terlepas dari hal tersebut, Anda dapat memilih produk yang aman, steril, higienis, dan bebas dari kontaminasi. Morinaga Heiko+ Water adalah air demineral yang steril dan higienis karena diproses dengan teknologi Ultra High Temperature (UHT). Produk ini sudah terbebas dari bakteri, logam berat, dan kontaminan lainnya. Oleh karena itu, Morinaga Heiko+ Water baik dikonsumsi oleh seluruh keluarga termasuk Si Kecil.  Baca juga: Panduan Air Minum Kemasan Yang Baik Untuk Keluarga Dengan mengetahui kebutuhan harian dan cara memenuhinya, pastikan Anda dan keluarga mendapatkan asupan air sesuai anjuran agar kesehatan tetap terjaga baik.
Manfaat Air Bebas Mineral untuk Si Kecil
Bunda pasti ingin memberikan asupan dan nutrisi terbaik untuk keluarga, terutama Si Kecil. Selain kebiasaan pola hidup sehat, mencukupi kebutuhan air Si Kecil adalah hal utama. Menjaga kadar cairan normal dalam tubuh mampu menjaga fungsi organ tubuh. Jika Si Kecil minum air dengan cukup tiap harinya, maka tumbuh kembangnya akan makin optimal. Tapi, tahukah Bunda bahwa tidak sembarang air boleh dikonsumsi Si Kecil. Nah, salah satu yang aman adalah air bebas mineral atau air demineral. Yuk, kita simak manfaat air demineral untuk Si Kecil. Pada usia satu tahun, proporsi air dalam tubuh Si Kecil adalah sebesar 65-80 persen dari berat badannya. Angka ini berkurang seiring usia Si Kecil bertambah, menjadi sebesar 55-60 persen saat remaja. Ini alasannya Si Kecil tidak boleh kekurangan air agar tubuhnya bisa menjalankan berbagai fungsi metabolisme serta untuk menunjang tumbuh kembangnya. Ada beragam jenis air minum yang bisa dikonsumsi Si Kecil, misalnya air keran yang dididihkan, air minum dalam kemasan, air isi ulang, hingga air bebas mineral. Tiap jenis memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Namun, yang membedakan tiap air minum tersebut adalah kandungan mineralnya. Hampir semuanya mengandung mineral, kecuali air bebas mineral atau air demineral. Apa dan bagaimana sebenarnya proses pembuatan air demineral? Sesuai namanya, air demineral merupakan air yang tidak mengandung mineral. Air jenis ini sebenarnya telah diproduksi sejak dulu melalui proses distilasi. Proses dilakukan dengan merebus air, di mana uap yang terkondensasi kemudian dikumpulkan dan dicairkan kembali. Proses distilasi membuat kotoran dan kontaminan yang terkandung dalam air akan tertinggal saat menguap sehingga kuman dan zat kimia berbahaya, termasuk semua mineral, bisa dihilangkan.  Baca juga: Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral Sekarang, proses pembuatan air bebas mineral atau air demineral sudah lebih modern. Produk akan melalui serangkaian proses dimulai dari proses penyaringan bertingkat, reverse osmosis, pensterilan dengan lampu ultraviolet dan magnet trap, serta tahapan pemanasan bersuhu tinggi atau ultra high temperature(UHT) pada suhu 141 derajat Celsius selama 60 detik. Untuk menjaga agar air tetap steril, proses pengemasan dilakukan dengan metode pengisian asepsis (aseptic filling), di mana air langsung diisi ke dalam botol steril bersegel. Apa saja manfaat air demineral untuk Si Kecil? Dikutip dari laman klikdokter.com, mengonsumsi air demineral tidak berpengaruh buruk terhadap kesehatan, melainkan bermanfaat ganda karena tidak menambah kadar mineral anorganik yang sudah lama tertimbun dalam jaringan tubuh, malah ia bantu membersihkannya. Tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, manfaat air demineral seperti Morinaga Heiko+ Water juga dirasakan oleh Si Kecil. Seperti: 1. Aman dan steril untuk kesehatan pencernaan Air demineral tergolong ‘ramah’ bagi kesehatan saluran cerna Si Kecil. Karena di dalam kandungan Morinaga Heiko+ Water sendiri steril dan bebas dari kontaminasi bakteri dan zat kimia berbahaya sehingga aman digunakan sebagai pelarut susu atau bubur siap saji Si Kecil. Produk air bebas mineral inovasi Morinaga Research Jepang, Morinaga Heiko+ Water ini juga bisa Bunda jadikan sebagai pilihan air minum yang bisa langsung dikonsumsi. 2. Tidak mengubah komposisi susu dan makanan Si Kecil Proses pembuatan Morinaga Heiko+ Water membuat produk ini bebas zat berbahaya seperti logam berat. Oleh karena itu, Morinaga Heiko+ Water tidak akan mengubah komposisi mineral yang terkandung dalam susu atau makanan Si Kecil. 3. Praktis dibawa bepergian Manfaat air demineral Morinaga Heiko+ Water yang terakhir adalah praktis dibawa bepergian. Produk ini telah dikemas dengan proses steril dan higienis serta menggunakan botol bebas BPA yang memudahkan Bunda ketika ingin melarutkan susu atau makanan Si Kecil ketika melakukan perjalanan jauh. Tidak perlu direbus terlebih dahulu sehingga pemakaiannya jauh lebih praktis.  Baca juga: Kiat Memilih Air Yang Baik Untuk Si Kecil Pemenuhan kebutuhan air harian Si Kecil adalah kunci penting menjaga kesehatannya. Pastikan Bunda memberikan air minum yang aman dan steril, Morinaga Heiko+ Water, agar tumbuh kembang Si Kecil berjalan optimal.
Minum Air Bikin Ibu Hamil Mual, Apa Penyebabnya?
Tubuh mengalami banyak perubahaan saat hamil dan menyusui. Tentunya perubahan tersebut berdampak pada kebiasaan ibu hamil dan menyusui. Termasuk juga perubahan hormon yang terjadi pada tubuh, sehingga menjadi penyebab mual saat hamil. Hal yang selalu membuat ibu hamil was-was adalah mual dan muntah yang biasanya disertai susah makan. Tak jarang minum air saja membuat ibu hamil ingin muntah. Sedangkan, asupan cairan ibu hamil harus tetap terpenuhi. Tubuh ibu hamil mengalami beberapa perubahan, salah satunya adalah pada komposisi cairan tubuh yang secara tidak langsung menjadi penyebab mual saat hamil. Ibu hamil biasanya mengalami kenaikan berat badan 8-12 kg dan sebagian besar kenaikan berat badan tersebut terdiri dari 6-9 liter air. Hal ini disebabkan oleh: Volume darah (plasma darah adalah air) meningkat Plasenta mengandung kadar air sebanyak 85 persen Komposisi cairan tubuh calon bayi adalah 70-90 persen air. European Food Safety Authority merekomendasikan 2, 3 liter atau 10 gelas per hari untuk mencukupi kebutuhan ibu hamil. Normalnya, seseorang hanya butuh 8 gelas air per harinya.  Baca juga: Berapakah Kebutuhan Harian Air Si Kecil? Penyebab mual saat hamil Kondisi mual dan muntah yang dialami oleh ibu hamil disebabkan oleh hormon beta hCG (human chorionic gonadotropin) yang dihasilkan oleh calon bayi, hormon estrogen, dan progesteron. Meski dikenal dengan istilah morning sickness, karena lebih sering terjadi pada pagi hari, namun sebenarnya kondisi tersebut dapat terjadi sepanjang hari. Kondisi ini seringkali tak terduga, bahkan bisa saja ibu hamil minum air putih terasa mual. Pada awal kehamilan, hormon beta hCG dalam tubuh ibu hamil meningkat dua kali lipat tiap minggunya. Kadar hormon yang menyebabkan mual muntah pada ibu hamil tersebut mencapai puncaknya pada pagi hari. Hal ini terjadi karena pada saat tidur malam ibu hamil tidak buang air kecil sebagai akibat dari asupan air yang sedikit sehingga morning sickness lebih sering terjadi saat bangun tidur pagi. Kondisi kurang asupan cairan juga bisa terjadi pada siang atau sore hari. Ibu hamil terlalu asyik mengerjakan pekerjaan di rumah atau kantor sehingga kurang minum dan frekuensi buang air kecil menurun. Akibatnya, hormon beta hCG menumpuk dalam peredaran darah dan menyebabkan gejala mual saat hamil. Tak jarang juga, hormon beta hCG menyebabkan muncul rasa mual Ketika mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, misalnya air putih. Inilah yang menjadi tantangan untuk ibu hamil untuk mencukupi asupan cairan hariannya.  Baca juga: Kualitas Air Minum Menentukan Kesehatan Keluarga Memenuhi kebutuhan cairan ibu hamil Bagi seorang ibu hamil, memenuhi kebutuhan cairan bukan hanya bermanfaat untuk menghilangkan penyebab mual saat hamil. Namun juga penting untuk sirkulasi dan peningkatan volume darah terhadap perkembangan janin yang dikandung. Lalu bagaimana menyiasati kondisi tersebut agar kebutuhan cairan ibu hamil tetap bisa terpenuhi? Simak kiatnya berikut ini. Asupan cairan dari makanan Dapatkan sekitar 20 persen cairan dari kebutuhan harian dari makanan. Ibu hamil bisa mengonsumsi makanan tinggi kadar air seperti semangka dan sayur bayam. Minum susu dan jus buah Minuman sehat selain air putih dapat dianggap sebagai cairan yang masuk ke dalam tubuh, misalnya susu dan jus buah yang kandungan airnya tinggi. Perlu diingat untuk membatasi konsumsi minuman beralkohol dan mengandung kafein, seperti bir, kopi, teh, dan soda. Tambahkan madu dan cuka apel ke dalam air putih Kurangi gejala mual saat hamil yang muncul ketika minum air putih dengan menambahkan madu atau cuka apel. Minum air demineral Pemilihan air untuk ibu hamil penting untuk diperhatikan. Pada beberapa kasus, minum air yang sudah melewati proses pemurnian seperti air demineral bisa membantu mengatasi gejala mual saat hamil atau bahkan nyeri persendian. Morning sickness pun bisa dikendalikan. Kebutuhan cairan ibu hamil memang lebih banyak dibandingkan orang lain pada umumnya. Meski merasa gejala mual saat hamil, namun Bunda harus terus memenuhi kebutuhan cairan karena jika tidak, akan memicu terjadinya dehidrasi. Kondisi ini akan memperparah rasa mual pada ibu hamil. Tetap penuhi kebutuhan cairan harian dengan mengutamakan minum air putih sambil diimbangi juga dengan mengonsumsi minuman sehat lainnya.  Baca juga: Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral
Cermati Ini Sebelum Memberikan Si Kecil Minum
Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh, termasuk oleh Si Kecil. Kecukupan air minum adalah kunci menjaga kesehatan tubuh Si Kecil. Selain itu, Bunda juga harus tahu bahwa sumber air mineral harus terjaga kebersihannya sehingga tidak memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil. Tiap wilayah tentu memiliki sumber air mineral yang berbeda-beda. Di perkotaan seperti Jakarta, kebutuhan air sudah dapat tercukupi dari sumber air keran yang telah melalui proses pengolahan yang cukup detail. Terlepas sumber air apa yang Bunda gunakan di rumah, hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan. Apalagi air tersebut akan digunakan untuk minum dan memasak buat Si Kecil. Kenapa kita harus memerhatikan kebersihan sumber air? Hal ini disebabkan karena daya tahan tubuh Si Kecil belumlah sempurna. Jadi, ia lebih rentan mengalami penyakit infeksi jika air minum yang dikonsumsi berasal dari sumber yang tidak terjamin. Jika Bunda mengandalkan air tanah sebagai sumber air mineral, pastikan lokasi sumur atau sumber air tersebut terletak cukup jauh dari septic tank atau tempat pembuangan limbah lainnya. Apabila jaraknya terlalu dekat, kontaminasi bakteri E. Coli atau Salmonella typhi mengintai kesehatan Si Kecil. Kedua jenis bakteri itu bisa menyebabkan Si Kecil diare, gangguan saluran cerna, serta demam tifoid. Sumber air mineral lainnya yang perlu Bunda ketahui adalah air laut, danau, dan sungai. Risiko sumber-sumber air tersebut adalah mudah terkontaminasi polusi, contohnya limbah industri atau pabrik. Sumber air yang terkontaminasi logam berat seperti merkuri berpeluang merusak organ tubuh manusia. Jika Si Kecil terpapar merkuri maka ia dapat mengalami gangguan tumbuh kembang. Lalu apa yang mesti Bunda lakukan agar air yang dikonsumsi Si Kecil terjamin dari sumber yang terpercaya?  Baca juga: Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral Pastikan air minum aman dikonsumsi Nah, untuk memastikan air yang dikonsumsi keluarga, terutama Si Kecil, aman maka Bunda harus memerhatikan hal-hal berikut. 1. Sumber air jauh dari tempat pembuangan atau septic tank Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-2916-1992 tentang Spesifikasi Sumur Gali untuk Sumber Air Bersih, jarak horizontal sumur ke arah hulu dari aliran air tanah atau sumber pengotoran (tangki septic tank) harus lebih dari 11 meter. Selain itu, tempat pembuangan juga harus dilapisi dengan batu dan semen agar tidak mencemari kualitas air tanah. 2. Sumber air jauh dari pabrik atau industri sejenis dan terjaga kebersihannya Selain tempat pembuangan, Bunda juga harus memastikan sumber air yang didapatkan berada cukup jauh dari pabrik atau kawasan industri lainnya. Sama seperti septic tank limbah dari pabrik juga berpotensi besar mencemari sumber air, sehingga kualitas air yang Bunda dapatkan tidak cukup higienis untuk dikonsumsi. 3. Periksa kondisi fisik air Sebelum memutuskan untuk memberi minum Si Kecil, Bunda wajib memeriksa apakah air tersebut memiliki kondisi fisik yang baik. Secara umum, ciri air yang bagus adalah jernih, tidak berwarna, tidak ada serpihan benda asing, tidak berbau, dan juga tidak mengandung endapan. Sementara pada bagian rasanya, kualitas air yang baik memiliki rasa normal yang tawar dan menyegarkan. Saat diminum, tidak meninggalkan rasa pahit atau getir di lidah. 4. Rebus hingga air mendidih sempurna Jika Bunda masih ragu dengan kejernihan dan kualitas air yang akan diminum Si Kecil, tak ada salahnya untuk merebus air tersebut hingga mendidih sempurna. Hal ini untuk menghilangkan bakteri yang masih ada dan membuat air lebih aman dikonsumsi. 5. Simpan pada wadah yang tepat Menyimpan air pada wadah yang tepat juga sangat penting untuk menjaga kejernihan air sebelum diminum. Pastikan wadah tertutup rapat, agar tidak ada benda asing yang masuk dan berbahaya bagi Si Kecil. Jangan lupa, bersihkan wadah tersebut secara berkala agar tidak ada sisa-sisa air yang dapat mengendap dan mengontaminasi kualitas air. Pilihan lain untuk mengurai risiko Si Kecil terkena masalah kesehatan adalah dengan mengonsumsi air bebas mineral dari Morinaga Heiko+ Water. Produk ini adalah salah satu inovasi Morinaga Research Center Jepang yang berpengalaman lebih dari 100 tahun mendukung kesehatan keluarga. Morinaga Heiko+ Water adalah air kemasan yang praktis dan bebas kandungan mineral. Morinaga Heiko+ Water diproses melalui delapan tahap sebelum dikemas dalam botol bebas BPA. Ini alasannya mengapa Morinaga Heiko+ Water pilihan tepat untuk melarutkan makanan Si Kecil, seperti susu dan bubur, serta sebagai sumber air mineral keluarga. Jadi, sekarang Bunda sudah tahu, ya, mengapa kebersihan dan keamanan air minum harus terjamin. Dengan Morinaga Heiko+ Water yang terjamin aman dan bermutu tinggi, proses tumbuh kembang Si Kecil akan optimal.  Baca juga: Panduan Air Minum Kemasan Yang Baik Untuk Keluarga