Pentingnya Air Putih untuk Kesehatan Si Kecil

Air putih bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun tidak semua orangtua menyadari manfaat air putih yang seungguhnya bagi perkembangan buah hatinya.

Artikel Terbaru
Kenali Ciri Air Minum yang Tercemar dan Bahayanya untuk Tubuh
Air memiliki segudang manfaat untuk tubuh kita. Ini sebabnya sumber air bersih harus terjamin dan tidak tercemar. Apa saja ciri-ciri air minum yang tercemar? Data WHO 2017 memerlihatkan sekitar 71 persen populasi manusia dunia sudah memiliki sumber air minum yang terjamin. Tetapi masih ada sekitar 2 juta penduduk yang masih mengonsumsi air dari sumber tercemar oleh kotoran manusia dan hewan. Sumber air tercemar sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh kita karena banyak penyakit yang mudah ditularkan melalui air, baik yang dikonsumsi maupun yang digunakan untuk aktivitas keseharian seperti mandi dan mencuci. Kolera, diare, disentri, tifoid, dan polio adalah contoh penyakit yang dapat ditularkan melalui air tercemar. Baca juga: Kualitas Air Minum Menentukan Kesehatan Keluarga Air tak hanya dapat tercemar oleh mikroorganisme hidup seperti bakteri dan parasit tetapi juga hal lain misalnya logam berat. Beberapa contoh zat yang biasa ditemukan dalam air tercemar antara lain aluminium, amonia, arsen, krom, nitrat, merkuri, dan selenium. Ciri-ciri Air Tercemar Dengan data WHO  mengenai kematian yang disebabkan air tercemar sebanyak 485.000 kita harus waspada terhadap air minum yang tercemar. Bagaimana cara mengenali air minum yang tercemar? Yuk, simak ciri air minum yang tercemar berikut ini: · Berwarna Air minum yang baik untuk dikonsumsi adalah air yang bening transparan. Air yang berwarna tidak harus tampak warnanya menyatu seperti air sirup. Air yang tampak butek seperti susu juga ciri air tercemar. · Berbau Apabila air minum memiliki aroma tidak biasa maka Bunda bisa menaruh curiga air tersebut sudah tercemar, misalnya bau busuk seperti kotoran, beraroma kimia seperti aroma klorin, atau berbau asam. · Kotor Ciri fisik air kotor sangat mudah dikenali tapi waspadai juga partikel kecil yang tercampur dalam air. Biasanya kita harus menunggu sesaat untuk partikel tersebut mengendap di bawah atau mengambang di atas wadah agar bisa terlihat. Kotoran yang umum ditemukan di air antara lain pasir dan kerikil. · Memiliki rasa yang aneh Apabila Bunda merasakan metal atau logam saat mengonsumsi air, terasa kasar atau berpasir saat diminum, atau terasa seperti tanah maka Bunda harus waspada. Ini tandanya air sudah tercemar. · Meninggalkan noda Perhatikan juga barang-barang di rumah, jika ada noda air maka kemungkinan besar sumber air sudah tercemar. Biasanya, air yang meninggalkan noda tercemar oleh senyawa kimia atau logam berat lain. Bahaya Air Minum yang Tercemar Apa yang terjadi jika kita mengonsumsi air yang tercemar? Kita menjadi berisiko mengalami gangguan kesehatan akut dan kronis. Gangguan kesehatan akut terjadi ketika gejala keracunan langsung terlihat. Sedangkan gangguan kesehatan kronis adalah masalah kesehatan yang muncul sebagai akibat mengonsumsi air tercemar dalam jangka waktu lama. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat timbul akibat mengonsumsi air tercemar: · Diare Diare merupakan gangguan kesehatan akut yang seringkali dialami setelah mengonsumsi air tercemar. Diare akut yang tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan gangguan yang lebih berat termasuk kematian. · Disentri Penyakit lain yang disebabkan oleh air minum yang tercemar adalah  disentri. Disentri disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam mulut melalui air atau makanan yang terkontaminasi bakteri. Gejala disentri biasanya ditandai dengan demam, muntah, sakit perut, diare berdarah dan berlendir parah. · Kolera Kolera merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerea. Bakteri ini biasanya muncul di air atau makanan yang terkontaminasi oleh feses orang yang menderita penyakit kolera. Beberapa gejala kolera adalah diare, kram perut, muntah, dan sakit kepala. · Hepatitis A Hepatitis A adalah penyakit yang menyerang hati dan disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh air dan makanan yang terkontaminasi feses dari pengidap hepatitis A. · Keracunan timbal Timbal merupakan salah satu polutan yang biasa ditemukan di air tercemar. Gangguan kesehatan kronis akibat konsumsi air tercemar karena timbal antara lain kanker, sakit ginjal, serta gangguan hati. Selain itu, beberapa penyakit ini juga dapat terjadi apabila air tercemar bahan kimia atau radionuklir seperti radium dan arsenik. Melihat penjelasan di atas, sangatlah penting untuk memilih sumber air minum keluarga. Pastikan Bunda memilih air minum yang  terjamin kebersihan, keamanan, juga kualitasnya. Pilih air minum kemasan yang bebas mineral, diproduksi melalui rangkaian proses panjang, dikemas dalam kemasan bebas BPA, sudah lulus uji BPOM dan juga halal agar aman dikonsumsi seluruh keluarga, terutama Si Kecil.
Perlukah Pelarut Susu dan Bubur Si Kecil Bebas Mineral?
Tahukah Bunda ada pilihan jenis air yang tepat untuk melarutkan susu atau bubur Si Kecil? Wah, jenis air apa itu, ya?   Jenis-jenis Air Minum Kemasan Untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga, termasuk melarutkan susu atau bubur Si Kecil, umumnya para Bunda menggunakan air minuman kemasan. Memang tidak salah, namun Bunda harus memerhatikan beberapa hal penting. Untuk menjaga kemurnian nutrisi dalam susu dan bubur Si Kecil sebaiknya yang digunakan sebagai pelarut adalah air bebas mineral. Di pasaran beredar beberapa jenis air minum dalam kemasan, di antaranya adalah air minum kemasan mineral dan demineral. Apakah perbedaan antara kedua jenis air kemasan tersebut? Bukankah semua air minum kemasan sama saja? Ternyata tidak, Bun. Air mineral adalah air minum yang mengandung mineral dalam jumlah tertentu. Jenis air ini mungkin sudah sering Bunda dengar sebelumnya. Sedangkan, air demineral adalah air minum yang dihasilkan dari proses pemurnian untuk menghilangkan mineral seperti timbal hitam, aluminum, dan zat kimiawi yang berasal dari resapan tanah (distilasi), penyeimbangan ion positif dan ion negatif (deionisasi), serta pemurnian air (reverse osmosis). Mungkin Bunda mengenal air jenis ini dengan istilah air bebas mineral.    Beberapa sumber menyebutkan bahwa konsumsi air bebas mineral dapat membantu proses detokfisikasi dalam tubuh dan meningkatkan kesehatan. Namun ada pula yang berpendapat bahwa air bebas mineral dapat merugikan kesehatan karena akan menarik mineral lain dalam tubuh khususnya dari dalam gigi. Faktanya, kedua hal tersebut tidak benar adanya, Bun. Sesungguhnya, kebutuhan mineral tubuh manusia adalah mineral organik yang dapat terpenuhi dari mengonsumsi buah, sayur, dan daging. Sedangkan mineral yang ada di dalam air sebagian besar merupakan mineral anorganik seperti timbal, besi teroksidasi, merkuri, arsen, alumunium, dan bahan-bahan kimia lain hasil dari resapan tanah. Jika unsur-unsur ini menumpuk di dalam tubuh, justru dapat mengganggu kesehatan karena akan membebani kerja ginjal. Lalu, pelarut susu atau bubur Si Kecil sebaiknya memakai jenis air yang mana, dong?  Air Minum Kemasan yang Tepat untuk Pelarut Asupan Si Kecil Pendapat umum menganggap bahwa air kemasan atau air rebusan dari sumber keran sudah cukup baik untuk melarutkan susu atau bubur Si Kecil. Padahal, pemilihan jenis air penting sekali dalam melindungi nutrisi yang terkandung dalam bahan makanan Si Kecil. Bahan makanan Si Kecil mengandung banyak sekali kandungan nutrisinya, di antaranya vitamin dan mineral yang vital dalam mendukung proses tumbuh kembangnya. Contoh kandungan mineral makro yang terkandung dalam susu dan makanan Si Kecil meliputi zat besi, seng, kalsium, dan sulfur. Salah pengolahan bahan campuran susu atau bubur Si Kecil dapat memengaruhi kandungan nutrisinya, misalnya memasaknya terlalu lama atau tidak menggunakan jenis air yang berkualitas. Bunda pasti tidak mau kan nutrisi yang terkandung dalam asupan Si Kecil manfaatnya menjadi kurang optimal dikarenakan air pelarut yang kurang tepat? Jika Bunda bingung ketika harus memilih jenis air yang akan digunakan sebagai pelarut susu atau bubur Si Kecil, Morinaga Heiko+ Water yang bebas mineral adalah pilihan tepat karena aman dikonsumsi seluruh anggota keluarga, termasuk Si kecil. Kandungannya yang bebas mineral dijamin dapat menjaga kemurnian nutrisi asupan Si Kecil sehingga manfaat asupannya menjadi lebih optimal. Morinaga Heiko+ Water diproduksi dengan menggunakan teknologi tinggi hingga delapan proses. Air yang dihasilkan bebas dari bahan kimia berbahaya serta terjamin kualitasnya. Morinaga Heiko+ Water steril dan higienis karena melalui proses UHT (ultra-high temperature) dengan suhu 141 derajat Celcius selama 60 detik sehingga parasit, bakteri, virus, dan jamur benar-benar mati. Selain itu, Morinaga Heiko+ water juga diproses dengan menggunakan teknologi Aseptic Filling dalam proses pengisiannya sehingga Morinaga Heiko+ Water terjamin steril, higienis, dan aman untuk Si Kecil. Baca juga: Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral Komponen utama Morinaga Heiko+ Water, ion hidrogen dan oksigen, tidak akan mengubah susunan dan kandungan vitamin serta mineral di dalam susu dan bahan makanan Si Kecil. Kemasan air bebas mineral keluaran Morinaga ini bebas dari kandungan bisphenol A (BPA) yang berbahaya bagi tubuh. Tak hanya itu, Morinaga Heiko+ Water telah mendapat izin BPOM, SNI, dan juga bersertifikat halal. Bagaimana, Bunda? Tak perlu bingung lagi dalam memilih air pelarut susu atau bubur Si Kecil, ya. Pilih air minum kemasan bebas mineral seperti Morinaga Heiko+ Water yang dapat menjaga kemurnian nutrisi pada asupan Si Kecil.  Baca juga: Berapakah Kebutuhan Air Harian Si Kecil?
Pilih Pelarut yang Tepat untuk MPASI Si Kecil
Pentingnya MPASI bagi Si Kecil Ketika ASI sudah tidak cukup lagi memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil, makanan pendamping ASI (MPASI) menjadi sumber nutrisi yang sangat penting bagi tumbuh kembang Si Kecil yang berusia 6 bulan ke atas. Selain menjadi sumber nutrisi, pemberian MPASI yang tepat baik dari segi jenis dan tekstur MPASI akan membuat pencernaan, mulut, serta gigi Si Kecil menjadi terlatih sesuai perkembangannya. Pada tahap awal pemberian MPASI yaitu pada usia MPASI 6 bulan hingga 9 bulan, menu MPASI yang dapat diberikan kepada Si Kecil adalah bubur susu, puree buah, puree tahu dan puree sayur. Namun pastikan makanan tersebut dihaluskan dengan sempurna agar Si Kecil dapat menelannya. Untuk buah dan sayur, Bunda dapat memilih pisang, apel, pir, alpukat, wortel, kentang, dan ubi. Rasa buah yang lebih manis biasanya lebih memudahkan Si kecil untuk menerima puree buah lebih baik dibanding jenis MPASI lainnya. Pada usia 9-12 bulan, Bunda dapat memberikan makanan yang lebih bertekstur atau berbentuk kotak-kotak kecil. Di usia ini, Si Kecil biasanya sudah memiliki kemampuan mengunyah yang lebih baik dalam mengunyag daging, terutama daging merah. Air Pelarut MPASI yang Tepat Dengan stok melimpah di pasaran dan harga yang terjangkau, air kemasan sudah menjadi konsumsi keluarga sehari-hari termasuk sebagai pelarut atau campuran makanan pendamping ASI (MPASI). Pertanyaannya adalah apakah air kemasan pelarut terbaik untuk MPASI Si Kecil? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan air kemasan? Air kemasan adalah air minum yang telah melalui rangkaian proses sehingga siap dan aman dikonsumsi tanpa harus dimasak lebih dulu. Peraturan Menteri Perindustrian Indonesia mengatur dua jenis air minum kemasan yaitu air mineral dan air demineral. Perbedaannya terletak pada kandungan mineral serta proses pemurniannya. Air demineral melalui proses pemurnian yang fokusnya adalah menghilangkan kandungan mineral anorganik, sehingga hasilnya adalah air murni. Baca juga: Kiat Memilih Air Yang Baik Untuk Si Kecil Tubuh manusia membutuhkan air untuk berfungsi dengan baik. Untuk Si Kecil, pemenuhan kebutuhan air harian sangatlah penting untuk proses tumbuh kembangnya. Pada tahun pertama hidupnya sekitar 65-80 persen dari berat badan Si Kecil tersusun atas air. Volume air ini berkurang seiring bertambahnya usia Si Kecil. Kebutuhan cairan Si Kecil dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, berat badan, dan aktivitas. Si Kecil yang berusia 0-6 bulan butuh 700 ml per hari, usia 6-12 bulan butuh cairan sebanyak 800 ml per hari, dan usia 1-3 tahun memerlukan 1.300 ml per hari. Jumlahnya tersebut terus bertambah sesuai dengan usia Si Kecil. Kebutuhan cairan ini bisa dipenuhi dengan mengonsumsi minuman seperti ASI, susu formula, jus, atau air putih juga makanan, misalnya bubur atau MPASI. Kenalkanlah MPASI saat usia Si Kecil menginjak 6 bulan. Lakukan secara bertahap dimulai dari tekstur encer hingga lama kelamaan menjadi makanan padat.  Dalam proses pengolahan MPASI, Bunda bisa melarutkan bahan makanan dengan air agar konsistensi makanannya sesuai dengan kebutuhan. Pastikan air yang dipakai bersih dan terjamin. Air berkualitas baik haruslah jernih, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak memiliki rasa, juga tidak terkontaminasi zat berbahaya. Dengan banyaknya produk air minum kemasan di pasaran, baik air mineral maupun air demineral, tentu membuat Bunda bingung manakah yang tepat dijadikan pelarut MPASI Si Kecil. Baca juga: Pilihan Sumber Air Terbaik Untuk Si Kecil Sebagai pelarut susu dan/atau bubur, air demineral ternyata memiliki manfaat lebih dibandingkan dengan air mineral. Air demineral mengandung kandungan murni air, yaitu ion hidrogen dan ion hidroksida. Hal ini membuat air demineral aman digunakan sebagai pelarut MPASI karena tidak akan mengubah kandungan nutrisi bahan makanan. Bunda perlu tahu bahwa penambahan mineral pada susu atau makanan Si Kecil dapat memicu kelebihan mineral dalam tubuhnya. Jika terjadi terus menerus dalam waktu lama, mineral ini akan menumpuk dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Berdasarkan penjelasan di atas, maka pilihlah pelarut MPASI dengan bijak. Gunakan air minum kemasan yang bebas mineral, diproduksi melalui delapan tahapan proses, steril dan higienis, dikemas dalam kemasan bebas BPA, memenuhi standar BPOM, serta halal. Jadi, mencampurkan air kemasan sebagai pelarut susu atau bubur boleh dilakukan namun pilihlah air demineral yang tidak akan mengubah susunan dan komposisi nutrisi bahan makanan Si Kecil. Baca juga: Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral
5 Kiat agar Si Kecil Rajin Minum Air Putih
Air adalah salah satu zat yang sangat diperlukan tubuh, oleh karena itu mencukupi kebutuhan cairan harus diperhatikan guna menjaga kestabilan beragam fungsi dalam tubuh. Tentunya hal ini harus dilakukan oleh semua orang termasuk Si Kecil. Si Kecil yang berada pada kelompok usia sekolah umumnya membutuhkan minum 8 gelas sehari, terutama pada saat mereka bersekolah mengingat banyaknya aktivitas yang diikuti. Kebutuhanair putih harian ini bisa bervariasi karena dipengaruhi beberapa faktor seperti usia, berat badan, cuaca, dan aktivitas Si Kecil. Baca juga: Berapakah Kebutuhan Harian Air Si Kecil Manfaat pemenuhan kebutuhan cairan Si Kecil antara lain untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, mengurangi serta mencegah sembelit, mencegah kerusakan gigi, dan membuat Si Kecil tetap aktif berkegiatan. Memenuhi kebutuhan cairan juga sangat penting untuk meningkatkan kerja otak. Kehilangan sedikit saja cairan tubuh, dapat memengaruhi kinerja otak, seperti gangguan konsentrasi dan suasana hati, serta memicu sakit kepala. Inilah pentingnya membiasakan Si Kecil minum air putih agar kebutuhan hariannya tercukupi dengan baik. Tapi bagaimana cara agar anak mau minum air putih? Tips agar Si Kecil Rajin Minum Air Putih Untuk orang dewasa, mendorong diri agar minum banyak air putih tidak sesulit membiasakan Si Kecil melakukan hal yang sama. Ini sebabnya Bunda harus kreatif dalam menanamkan kebiasaan baik tersebutagar anak mau minum air putih. Awali proses pembiasaan dengan berdiskusi, Bunda bisa menjelaskan manfaat air bagi tubuh kepada Si Kecil. Gunakan bahasa sederhana yang bisa ia pahami. Kemudian, Bunda bisa terapkan berapa cara agar anak mau minum air putih berikut ini: 1. Berikan kemudahan akses Sediakan gelas dekat dispenser air di rumah, ini akan memudahkan Si Kecil mengambil minum jika ia haus. Bunda juga bisa usulkan penggunaan botol minum di rumah, dengan ini Bunda dapat menakar berapa banyak asupan air yang sudah dikonsumsi Si Kecil hari itu.  2. Buka diskusi ilmiah Selain menjelaskan soal manfaat minum air, Bunda juga bisa memberitahu Si Kecil mengenai beragam warna urin dan artinya. Semakin gelap atau pekat warna urin, artinya Si Kecil harus minum lebih banyak air. Sebaliknya, jika warna urin terang artinya Si Kecil sudah mencapai target minum yang membuat tubuhnya sehat. Melalui diskusi ini Si Kecil akan paham hubungan sebab-akibat dari kecukupan cairan dan warna urin. 3. Berikan tantangan Agar anak mau minum air putih,berikan target untuk Si Kecil capai secara bertahap. Tentukan seberapa banyak air yang harus ia habiskan setiap harinya. Bunda bisa mulai dengan jumlah sedikit dulu hingga akhirnya target kebutuhan hariannya bisa tercukupi. 4. Buat air putih lebih menarik Tampilan air putih mungkin kurang menggugah selera Si Kecil. Bunda bisa menambahkan potongan buah warna-warni, misalnya lemon, stroberi, atau apel ke dalam botol atau pitcher air putih di rumah agar lebih menarik agar anak mau minum air putih. 5. Sediakan hanya air putih di rumah Apabila Si Kecil malas atau enggan minum air putih maka Bunda harus membatasi pilihan minumannya. Hindari mengisi kulkas dengan minuman lain selain air putih. Tempatkan air minum di beberapa area rumah, misalnya menaruh pitcher air di dekat kamar Si Kecil dan ruang TV sehingga ia selalu ingat untuk minum lebih banyak. Kebutuhan cairan Si Kecil juga bisa dipenuhi melalui konsumsi susu. Tapi Bunda harus perhatikan jenis air yang digunakan sebagai pelarut susu Si Kecil, khususnya yang masih berusia balita. Pencernaan Si Kecil balita belum sempurna sehingga membutuhkan air khusus pelarut susu.  Air minumMorinaga Heiko+ Water di buat melalui proses UHT dengansuhu 141 derajatCelciusselama 60 detikyang membuatnyabebas virus, jamurbakteripatogen, sertapartikelasingsepertilogam berat, dllsehingga tidak akan mengontaminasi susu.Morinaga Heiko+ Water merupakan air demineral atau bebas mineral sehingga susu Si Kecil yang dilarutkan komposisi nutrisinya tidak mengalami perubahan.  Membiasakan Si Kecil minum air putih akan membawa banyak manfaat untuk tubuhnya. Lakukan 5 kiat di atas agar anak mau minum air putih dan membentuk kebiasaan baik Si Kecil dalam usaha memenuhi kebutuhan cairan hariannya. Baca juga: Penuhi Kebutuhan Mineral Harian Si Kecil Agar Ia Sehat
5 Persiapan Penting Sebelum Liburan dengan Balita
Siapa, sih, yang tidak suka berlibur? Untuk keluarga, liburan adalah momen bersantai bersama guna mengisi kembali energi yang terkuras karena aktivitas sehari-hari. Di masa pandemi sekarang, kita memang disarankan untuk di rumah saja. Namun apa salahnya membuat rencana liburan untuk beberapa bulan ke depan saat pandemi telah berakhir. Khusus untuk anak-anak, liburan memiliki manfaat untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Apa saja yang harus dipersiapkan saat traveling dengan bayi?  Baca juga: Panduan Air Minum Kemasan yang Baik untuk Keluarga Liburan identik dengan melakukan beragam hal menyenangkan yang dapat meningkatkan ikatan antara orangtua dan anak. Tak hanya itu saja, manfaat mengajak Si Kecil jalan-jalan juga bermacam-macam seperti: Meningkatkan pertumbuhan otak Liburan bisa memaksimalkan pertumbuhan otak balita. Traveling dengan Si Kecil, ke mana pun tujuannya, dapat melatih kemampuan Si Kecil yang tidak ia dapatkan di rumah yaitu melatih kemampuan play system dan seeking system di otak. Play system adalah kemampuan yang didapat anak dari melakukan berbagai permainan bersama.Contohnya, bermain tangkap bola bersama atau seru-seruan bersama di laut.  Sedangkan seeking system adalah manfaat liburan dengan Si Kecil yang dapat dikembangkan dengan melakukan aktivitas mengeksplorasi berbagai tempat baru, seperti berjalan di hutan atau bermain di pantai. Kedua sistem ini akan diterjemahkan otak menjadi kemampuan mengembangkan ide yang bisa Si Kecil gunakan hingga ia dewasa nanti. Melatih kemampuan konsentrasi Si Kecil Bermain bersama di luar selama 20 menit bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi dan perhatian Si Kecil. Suasana yang baru saat liburan dengan bayi juga menjadi faktor penting yang membuat Si Kecil lebih aktif. Sehingga saat kembali ke rumah mood-nya akan lebih baik dan ceria. Meningkatkan IQ Aktivitas yang dilakukan selama liburan dengan Si Kecil umumnya akan mendorong Si Kecil menggabungkan kemampuan interaksi sosial, fisik, kognitif (berpikir), dan sensorik mereka. Itu sebabnya, secara tidak langsung jalan-jalan bisa meningkatkan IQ Si Kecil saat masa pertumbuhannya. Ini akan mengaktifkan berbagai ekspresi gen di lobus frontalis otak Si Kecil. Ia dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengelola stres, berkonsentrasi, serta kemampuannya dalam perencanaan serta belajar.   Baca juga: Berapakah Kebutuhan Harian Air Si Kecil? Persiapan Sebelum Liburan Mengajak balita berlibur artinya kita harus siap membuat perencanaan yang detail sehingga ia nyaman, aman, dan liburan pun akan menjadi lebih menyenangkan. Perlengkapan liburan untuk Si Kecil pun harus dipersiapkan dengan matang agar liburan berjalan sesuai rencana. Simak 5 hal yang sebaiknya disiapkan saat merencanakan liburan keluarga. 1. Siapkan obat-obatan Si Kecil Pastikan Ayah dan Bunda membawa beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengatasi kondisi sakit Si Kecil, misalnya paracetamol, ibuprofen, atau obat batuk-pilek. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan P3K seperti perban, plester luka, serta termometer sebagai persiapan terhadap kejadian yang tidak terduga. 2. Perhatikan risiko saat perjalanan Liburan dengan Si Kecil tentu memiliki beberapa risiko terutama selama di perjalanan. Apabila Si Kecil mudah mengalami mabuk perjalanan, posisikan ia di tempat yang letaknya agak tinggi di dalam kendaraan. Biarkan jendela sedikit terbuka dan jangan lupa untuk menyiapkan camilan, karena dapat mengurangi gejala mabuk perjalanan. Apabila perjalanan liburan dengan Si Kecil menggunakan pesawat, siapkan minuman dalam botol dot atau permen untuk mencegah terjadinya rasa tidak nyaman pada gendang telinga Si Kecil. Lindungi Si Kecil dari kuman dan bakteri akibat menyentuh berbagai benda, siapkan hand sanitizer.  3. Bawa alat untuk mengawasi Si Kecil Sebagai perlengkapan liburan Si Kecil tambahan, Ayah dan Bunda bisa membawa pagar portable yang mudah dilepas-pasang atau pintu pengaman untuk menutup sebagian pintu dan tangga tempat menginap. 4. Persiapan vaksin  Jangan lupa konsul ke dokter jika ingin berlibur ke negara-negara tertentu karena biasanya akan disarankan untuk melakukan vaksinasi. Contoh vaksinasi yang biasa dilakukan sebelum liburan adalah malaria atau demam berdarah dengue. Idealnya, vaksinasi dilakukan paling tidak 8 minggu sebelum liburan. Apalagi di masa pandemi sekarang, rapid test wajib dilakukan sebelum melakukan perjalanan. Sehingga Bunda harus mempersiapkannya lebih matang agar bisa bepergian bersama Si Kecil dengan lebih menyenangkan. 5. Air minum khusus untuk Si Kecil Perhatikan asupan makan dan minum Si Kecil selama berlibur. Aktivitas liburan bisa menguras energi dan Si Kecil kehilangan banyak cairan tubuh. Pilihlah produk yang praktis dibawa saat liburan seperti air kemasanMorinaga Heiko+ WATER. Produk ini merupakan air murni bebas mineral yang steril, higienis, dan aman dikonsumsi. Morinaga Heiko+ Water juga dapat digunakan sebagai pelarut susu dan campuran MPASI kemasan karena selain tidak perlu direbus dulu, air demineral ini tidak akan mengubah komposisi kandungan nutrisi makanan Si Kecil. Nah, dengan mengetahui beragam manfaat liburan rasanya tak sabar, ya, mengajak keluarga berlibur. Terapkan kiat-kiat di atas agar rencana liburan dengan Si Kecil berjalan lancar dan kesehatan keluarga tetap terjaga.  Baca juga: Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral
Air Bebas Mineral Penunjang Kesehatan Tubuh
Tahukah Bunda bahwa air kemasan ada yang mengandung mineral dan ada juga yang tidak? Wah, rasanya baru dengar, nih, soal air bebas mineral atau yang lebih sering disebut air demineral. Apa saja fakta seputar air bebas mineral dan apa saja kelebihan serta kekurangannya? Sumber air minum kita sangatlah beragam, sebut saja air minum dari sumber air tanah yang dididihkan, air minum kemasan, air hidrogen, air alkali, infused water, dan air bebas mineral. Keenam jenis air minum yang disebutkan di atas, semuanya masih mengandung mineral utama kalsium dan magnesium. Namun, seperti namanya, air bebas mineral atau air demineral bisa dibilang tidak mengandung mineral apa pun.  Baca juga: 5 Cara Jitu Agar Si Kecil Banyak Minum Air Air bebas mineral juga dikenal dengan istilah lain, yaitu air suling, air demineralisasi, atau air deionisasi. Dalam bahasa Inggris, air jenis ini disebut sebagaidistilled water karena diperoleh melalui proses distilasi. Distilasi adalah proses pemurnian air dengan cara memisahkan air dari zat-zat kimia berbahaya, kuman, serta mineral. Hasil proses ini adalah air dengan tingkat kemurnian tinggi dan hampir steril karena tak lagi mengandung kontaminan apa pun, termasuk mineral. Di samping itu, air distilasi memiliki pH yang seimbang (berkisar antara 6-8) sehingga air jenis ini benar-benar murni sebab telah melewati proses penyulingan yang baik. Dalam keseharian, air demineral ini telah banyak digunakan sebagai air minum , terutama sebagai campuran susu atau makanan Si Kecil. Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals, dr Muliaman Mansyur, air mineral merupakan air minum yang mengandung mineral dalam jumlah tertentu. Hal inilah yang membuat kita tidak tahu atau mengabaikan kandungan mineral apa yang ada pada air minum tersebut. Padahal, untuk melarutkan susu atau makanan Si Kecil, pemilihan jenis air harus sesuai agar nutrisi yang terkandung tidak berubah atau berkurang. Itu sebabnya, air demineral lebih baik digunakan, karena kemurniannya dapat menjaga kandungan nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil dari susu atau makanan.  Baca juga: Kiat Memilih Air Yang Baik Untuk Si Kecil Jika Bunda ingin mengonsumsi air bebas mineral, inovasi Morinaga Research Center Jepang yaitu Morinaga Heiko+ Water bisa jadi pilihan. Morinaga Heiko+ Water adalah air kemasan yang praktis dan bebas kandungan mineral. Apa saja keunggulan lain dari Morinaga Heiko+ Water? Steril Selama masa pertumbuhan, terutama di masa golden periodnya, saluran cerna Si Kecil belum terbentuk dengan sempurna. Ia akan mudah mengalami diare karena saluran cerna Si Kecil masih rentan terkena infeksi. Oleh karenanya air bebas mineral Morinaga Heiko+ Water yang bebas kontaminasi bakteri dan zat kimia berbahaya adalah pilihan tepat. Karena Morinaga Heiko+ Water sudah melalui 8 tahapan pengolahan sehingga menjamin kualitasnya. Air demineral yang diolah diambil dari sumber air artesian atau sumber dari kedalaman mata air pegunungan, kemudian diproses melalui multistage filtration (menghilangkan makromolekul yang tidak dibutuhkan), super fine reverse osmosis (Super RO), membunuh mikroba dengan UV lamp, menangkap partikel besi menggunakan magnet trap, serta melalui pemanasan dengan suhu tinggi (ultra-high temperature) selama 60 detik. Tidak mengubah komposisi susu atau makanan Si Kecil Memilih air putih untuk bayi sebagai campuran susu atau makanan tidak bisa sembarangan, Bun. Jika menggunakan air bermineral, kandungan pada susu atau makanan tersebut akan berubah dan mengurangi manfaatnya untuk kesehatan Si Kecil. Padahal seperti kita ketahui, Si Kecil sangat membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap dan utuh selama masa pertumbuhannya. Itu sebabnya Morinaga Heiko+ Water dibuat secara steril dan terbebas dari kontaminasi bakteri dan zat berbahaya seperti logam berat. Ini alasannya mengapa produk tersebut baik digunakan untuk melarutkan susu dan makanan Si Kecil. Praktis Dikemas dalam botol bebas BPA, tentu akan memudahkan Bunda melarutkan susu atau makanan Si Kecil saat bepergian. Selain itu, kemasan Morinaga Heiko+ Water juga sudah dirancang dengan sangat baik, sehingga aman untuk kesehatan. Serta segel yang digunakan menjamin kesterilan dan keaslian produk. Kini, Bunda sudah tahu keunggulan air bebas mineral untuk Si Kecil. Oleh karena itu jika Bunda sedang mencari alternatif air minum yang aman, Morinaga Heiko+ Water adalah pilihan jitu.  Baca juga: Berapakah Kebutuhan Harian Air Si Kecil?