Pentingnya Air Putih untuk Kesehatan Si Kecil

Air putih bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun tidak semua orangtua menyadari manfaat air putih yang seungguhnya bagi perkembangan buah hatinya.

Artikel Terbaru
Panduan Air Minum Kemasan Yang Baik Untuk Keluarga
Manfaat Air bagi Tubuh Bukanlah pengetahuan baru bahwa air putih berperan penting dalam tumbuh kembang Si Kecil. Sembilan puluh persen tubuh manusia terdiri dari cairan. Cairan tubuh bermanfaat untuk melancarkan proses pencernaan, transportasi dan penyerapan nutrisi, sirkulasi darah, menjaga agar suhu tubuh stabil, dan meningkatkan kinerja otak. Air berperan penting untuk menyalurkan oksigen serta nutrisi ke seluruh tubuh. Oksigen dan nutrisi ini terkandung dalam darah yang komponennya 80 persen adalah air. Jadi Bunda pasti bisa bayangkan apabila manusia kekurangan air, proses penyerapan nutrisi serta oksigen ke seluruh tubuh pun tentu akan terganggu dapat membahayakan kesehatan. Manfaat lainnya dari air adalah sebagai pengatur suhu tubuh. Air yang tersimpan di lapisan tengah kulit muncul ke permukaaan kulit sebagai keringat ketika tubuh memanas. Contohnya ketika saat berolahraga dan suhu tubuh naik, sirkulasi darah ke kulit meningkat dan terjadi pembuangan panas melalui keringat sehingga suhu tubuh akan tetap stabil. Tak hanya berperan penting untuk menyalurkan oksigen serta pengatur suhu tubuh, air juga mampu meningkatkan kinerja otak. Otak manusia terbuat dari 73% air. Banyak mengonsumsi air putih akan memberikan manfaat pada otak karena membuat lebih fokus, mudah berpikir, berkonsentrasi dan tetap membuat kita terjaga atau waspada. Air Kemasan yang Baik untuk Keluarga Saat ini, kita memiliki beragam pilihan sumber air untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh salah satunya adalah air kemasan. Lantas bagaimana caranya kita tahu produk mana yang baik dan aman untuk diberikan pada keluarga terutama Si Kecil? Asosiasi dokter anak Amerika atau American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan untuk Si Kecil usia 0-12 bulan sebaiknya tidak mengonsumsi apa pun kecuali ASI (terutama 0-6 bulan) dan air putih (di atas 6 bulan). Hal ini disebabkan karena minuman kemasan, termasuk jus buah kemasan, tidak memiliki manfaat signifikan untuk kelompok usia tersebut. Baca juga: Berapakah Kebutuhan Harian Air Si Kecil Terdapat beragam jenis air kemasan yang dijual bebas dan tak jarang diberikan kepada Si Kecil, sebut saja air mineral, air pH basa, serta air demineral. Air kemasan ini biasanya dikonsumsi dengan cara diminum atau dijadikan pelarut susu dan bubur makanan. Pastikan Bunda memilih air kemasan yang bersih dan aman agar kesehatan Si Kecil tetap terjaga.  Salah satu sumber air yang umum digunakan keluarga adalah air putih biasa yang direbus hingga mendidih, kemudian dibiarkan hingga dingin. Hal yang harus Bunda cermati adalah air minum biasa mengandung mineral sehingga ketika digunakan sebagai pelarut susu atau bubur Si Kecil dapat memicu perubahan kandungan mineral di dalamnya. Agar kandungan makanan Si Kecil tidak berubah, sebaiknya gunakan air murni seperti air bebas mineral. Air bebas mineral adalah air yang diproses dengan mengeluarkan semua mineral yang terkandung, sehingga tidak memengaruhi kandungan pada susu maupun makanan Si Kecil dan membuat kemurnian nutrisi yang ada pada asupan Si Kecil tetap terjaga. Kini telah hadir untuk dikonsumsi seluruh anggota keluarga, air minum kemasan Morinaga Heiko+ Water dengan beragam kelebihan, antara lain: ·        Steril dan higienis Air kemasan produksi Morinaga ini dibuat dengan dengan teknologi Ultra High Temperature (UHT) yaitu pemanasan selama 60 detik pada suhu 141 ± 2 derajat Celcius. Proses UHT kemudian dilanjutkan aseptic filling agar memastikan air tidak terkontaminasi kuman (bakteri, virus, parasit, dan jamur) yang berbahaya bagi kesehatan. ·        Bebas mineral Morinaga Heiko+ Water merupakan air murni bebas mineral sehingga tidak akan memengaruhi jumlah mineral yang terkandung dalam asupan yang diolah dengan air murni bebas mineral ini. Kandungan Morinaga Heiko+ Water yang bebas mineral akan membuat komposisi nutrisi dalam asupan tersebut tetap terjaga baik. ·        Kualitas terbaik Morinaga Heiko+ Water dibuat melalui 8 tahapan proses, sehingga bebas dari bahan kimia berbahaya, kuman, serta bakteri. Produk ini sudah sesuai standar BPOM, SNI, dan bersertifikat halal. Selain itu, kemasan Morinaga Heiko+ Water bebas BPA (Bisphenol-A), sehingga aman untuk kesehatan, serta bersegel untuk menjamin kesterilan dan keaslian produk. Baca juga: Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral Informasi lengkap mengenai kriteria air minuman kemasan yang baik untuk Si Kecil di atas tentunya dapat dijadikan acuan untuk menentukan pilihan sumber air yang tepat dikonsumsi oleh keluarga terutama Si Kecil. Semoga informasinya bermanfaat, Bun!
Penuhi Kebutuhan Mineral Harian Si Kecil Agar Ia Sehat
Nutrisi seimbang dibutuhkan oleh Si Kecil agar tumbuh kembangnya berjalan optimal. Oleh Karena itu, Si Kecil harus mengonsumsi makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, juga mikro nutrient seperti vitamin dan mineral sesuai porsi yang dianjurkan. Meskihanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, mineral seperti zat besi dan zink tidak boleh diabaikan dari asupan harian Si Kecil.  Si Kecil yang sedang melalui proses tumbuh kembang memiliki kebutuhan mineral yang berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu, kebutuhan mineral harian Si Kecil harus tercukupi dari makanan yang dikonsumsi. Manfaat mineral untuk tumbuh kembang Si Kecil antara lain berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, menguatkan otot, hingga mendukung perkembangan sel saraf dan otak. Apa sajakah makanan yang harus dikonsumsi Si Kecil agar kebutuhan mineral hariannya tercukupi? Ternyata, hamper semua jenis bahan makanan mengandung mineral. Sayur mayor dan buah-buahan seperti bayam, wortel, apel, pisang, dan lainnya mengandung banyak mineral yang dibutuhkan Si Kecil. Tak hanya sayur dan buah saja, bahan makanan lain seperti gandum, ikan, ayam, telur, dan lainnya adalah sumber mineral yang baik untuk Si Kecil. Baca juga: Berapakah Kebutuhan Air Harian Si Kecil? Faktor lain pendukung proses tumbuh kembang Si Kecil menjadi optimal adalah terpenuhinya kebutuhan cairan dalam tubuh. Si Kecil membutuhkan cairan untuk melakukan beragam aktivitas harian. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka Si Kecil rentan mengalami nyeri kepala dan kelelahan. Selain itu, suhu tubuh Si Kecil akan mengalami peningkatan jika kekurangan asupan cairan dan munculnya beberapa gejala seperti mulut kering, mengalami baal pada beberapa bagian tubuh, kesemutan, hingga penurunan kesadaran. Menurut rekomendasi dari European Food Safety Authority (EFSA), kebutuhan air minum per hari untuk Si Kecil usia 4-8 tahun adalah sekitar 1,1-1,3 liter, sedangkan untuk usia 9-13 tahun berkisar antara 1,3-1,7 liter. Pemenuhan akan kebutuhan cairan Si Kecil yang terbaik adalah dengan memberikannya air untuk mengatasi rasa haus untuk mencegah dehidrasi. Penting untuk memastikan bahwa sebagian besar kebutuhan cairan Si Kecil terpenuhi oleh air. Hindari pemberian minuman manis seperti soda, minuman dengan perasa buatan, dan sebagainya. Namun, terkadang Si Kecil sulit untuk minum air putih dan cenderung memilih minuman berasa. Lalu, bagaimana agar Si Kecil banyak minum air putih sesuai dengan kebutuhan air  minumnya? Bunda bisa menyediakan air putih dengan tambahan es batu, namun tetap dalam porsi yang wajar. Hal ini cukup untuk memberikan pengalaman minum air putih yang sama menyenangkannya dengan minuman berasa yang ditambahkan es batu. Bunda dan Ayah juga bisa member contoh untuk selalu rutin minum air putih, dimulai dari bangun tidur, setiap selesai makan, setelah berolah raga, disela-sela bermain, juga memberikan pemahaman tentang pentingnya minum air putih agar kebutuhan air minum Si Kecil terpenuhi Pilihlah sumber air yang baik agar Si Kecil terhindar dari food borne disease. Penyakit ini disebabkan karena Si Kecil mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar mikroorganisme. Sebagai informasi tambahan, food borne disease dapat menimbulkan setidaknya 200 penyakit dalam tubuh, salah satunya ialah diare. Namun, hal ini dapat dicegah dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman yang steril, artinya bebas dari bakteri, virus, dan lainnya. Baca juga: Kiat Memilih Air Yang Baik Untuk Si Kecil Bunda bisa memberikan Si Kecil sumber air Morinaga Heiko+ Water yang merupakan produk air murni pilihan yang diproses dengan teknologi Ultra High Temperature (UHT) dan aseptic filling. Produk ini terjamin kesterilannya karena dikemas dalam botol bebas BPA dan bersegel. Karena melalui proses yang ketat dan terjaga kualitasnya, Morinaga Heiko+ Water tentu terbebas dari bakteri, virus, parasit, serta jamur. Morinaga Heiko+ Water baik digunakan untuk melarutkan susu, MPASI dan makanan Si Kecil tanpa menambahkan adanya interaksi kandungan mineral yang ada dalam susu dan MPASI. Morinaga Heiko+ Water juga dapat dikonsumsi langsung oleh semua usia, baik Si Kecil maupun orang dewasa. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil termasuk kebutuhan air minum hariannya, Bunda telah mendukung proses tumbuh kembangnya agar berjalan optimal. Jadi, pastikan ia mengonsumsi nutrisi sehat seimbang setiap hari, ya.
Pilihan Sumber Air Terbaik Untuk Si Kecil
Air merupakan bagian penting dalam kehidupan tetapi seringkali kita abaikan. Tak hanya untuk orang dewasa, air juga bermanfaat besar untuk tumbuh kembang Si Kecil. Air berperan dalam proses pencernaan, penyerapan serta transportasi nutrisi, sirkulasi darah, dan menjaga suhu tubuh agar tetap ideal. Oleh sebab itu, Bunda harus memastikan bahwa air yang dikonsumsi keluarga sudah aman dan asupannya sesuai kebutuhan. Beberapa orang memilih air minum yang bagus yang sesuai dengan kebutuhan maupun kebiasaan. Sebagian besar orang telah menemukan kecocokan terhadap merk air mineral yang bagus berdasarkan pengalaman masing-masing. Namun, Bunda perlu mengetahui, memilih air minum yang baik bukan hanya sekadar mengetahui jenis airnya saja, namun perlu juga mengetahui apa saja yang terkandung di dalamnya. Terlebih jika Bunda memilih air minum untuk Si Kecil. Kapan Si Kecil boleh minum air putih? Bagi Si Kecil yang sudah menginjak usia 6 bulan selain pemberian MPASI, ternyata Si Kecil juga sudah boleh mulai mengonsumsi air putih. Tetapi, untuk Si Kecil di bawah usia 6 bulan, kebutuhan airnya dapat tercukupi dari pemberian ASI atau air pelarut susu formula. Sebaiknya, Bunda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai saran air minum yang baik dan sesuai dengan kebutuhan Si Kecil. Apa sumber air yang baik untuk Si Kecil? Mungkin Bunda masih bertanya tentang air minum yang baik yang cocok untuk Si Kecil. National Health Services (NHS) di Inggris menyatakan bahwa air minum dalam kemasan sebaiknya tidak digunakan langsung sebagai pelarut susu formula Si Kecil, alasannya adalah karena beberapa air minum dalam kemasan ada yang tidak melalui proses perebusan. NHS menyarankan air minum kemasan untuk direbus terlebih dahulu hingga mencapai suhu 70 °C sebelum digunakan untuk melarutkan susu formula atau makanan Si Kecil. Bun, terdapat satu hal yang harus Bunda cermati, yakni air minum biasa dengan kandungan mineral di dalamnya yang digunakan sebagai pelarut susu atau bubur Si Kecil, karena ternyata kandungan mineral di dalam air tersebut akan memicu perubahan di dalam bubur maupun susu, sehingga dapat mengakibatkan berkurangnya kandungan-kandungan penting dalam bubur maupun susu Si Kecil. Baca juga: Kualitas Air Minum Menentukan Kesehatan Keluarga Sebagian masyarakat memilih untuk mengonsumsi air rebus. Sumber airnya didapat dari sumber air bebas seperti keran, pompa, dan lainnya. Air tersebut direbus dengan suhu 85°C selama beberapa menit untuk mematikan mikroorganisme. Namun, proses tersebut belum tentu bisa menghilangkan bahan kimia yang mungkin terkandung di dalamnya. Sumber air berikutnya adalah air minum kemasan yang dibuat melalui proses produksi tertentu, seperti proses UV (Ultraviolet) dan UHT (Ultra-high-temperature processing) untuk menghilangkan mikroorganisme. Proses itu bertujuan agar air tersebut aman untuk dikonsumsi. Sumber dari air kemasan bisa berasal dari mata air, sumur, dan lain sebagainya. Ada lagi sumber air lain yang bisa dijadikan alternative air minum untuk keluarga, yaitu air murni bebas mineral atau air demineral. Air bebas mineral ini telah melalui proses pemurnian, sehingga hampir semua mineral dan ionnya hilang. Mineral yang dihilangkan biasanya meliputi kalsium, fluoride magnesium, natrium, klorida, sulfat, nitrat, dan bikarbonat. Bunda bisa mendapatkan manfaat air murni bebas mineral dari Morinaga Heiko+ Water, produk inovasi Morinaga Research Center Jepang. Morinaga Heiko+ Water diolah dengan teknologi Ultra High Temperature (UHT) dan aseptic filling sehingga steril dan terbebas dari bakteri maupun virus yang dapat membahayakan tubuh kita. Produk ini bebas mikroorganisme dan mineral. Oleh karena itu, jika digunakan sebagai pelarut susu atau bubur, komposisi nutrisi dalam susu atau bubur tidak akan berubah. Pastikan keluarga mendapatkan asupan cairan yang cukup setiap harinya sesuai dengan kebutuhan dengan mengonsumsi air bebas mineral dari Morinaga Heiko+ Water, serta jangan lupa untuk terus membiasakan Si Kecil dan keluarga untuk meminum air yang cukup dengan kebutuhan tubuh agar tetap terhidrasi dan terhindar dari efek kekurangan cairan, seperti bibir pecah-pecah, mulut kering, dehidrasi, hingga kehilangan konsentrasi.
Air Kemasan yang Aman untuk Kesehatan
Apabila kita pergi ke swalayan maka akan dijumpai banyak sekali pilihan air kemasan. Namun, tidak semua air kemasan yang dijual di pasaran aman untuk kesehatan tubuh. Secara kasat mata, air kemasan memang terlihat sama-sama jernih, bersih, dan tidak berbau, sehingga sudah masuk dalam kriteria ciri-ciri air bersih yang aman dikonsumsi. Namun, tahukah Bunda, ternyata ada beberapa jenis air mineral yang dapat kita konsumsi. Untuk mengetahuinya, yuk simak penjelasannya di bawah ini. Jenis-jenis air kemasan Secara umum, ciri-ciri air yang layak dikonsumsi adalah tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi dan inovasi, muncul jenis air kemasan baru yang memiliki ciri khas tersendiri. Air Mineral Tubuh manusia memerlukan mineral untuk berfungsi baik, karena tubuh tidak bisa memproduksi mineral maka kebutuhannya harus dipenuhi dari asupan luar seperti sayur, buah, atau air. Asupan mineral yang terdapat dalam air mineral termasuk mineral anorganik. Apabila dikonsumsi berlebihan bisa membuat tubuh bekerja lebih berat. Air Demineral Berbeda dengan air mineral, jenis air demineral adalah air yang telah dipisahkan dari kandungan mineralnya. Proses distilasi juga dilakukan untuk menghilangkan mikroorganisme sehingga hanya menyisakan air murni saja atau H2O. Tidak hanya memisahkan mineral dari air, namun proses distilasi tersebut juga menghilangkan kuman atau bakteri pada air, sehingga jadi lebih aman dikonsumsi. Kemurnian air bebas mineral juga sangat bagus untuk digunakan sebagai campuran susu atau makanan Si Kecil. Baca juga: Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral Air Alkali Air alkali adalah jenis air mineral yang mengandung pH lebih tinggi dari normal (biasanya pH-nya lebih dari 7). Kandungan pH dalam air biasanya 7 (netral), sedangkan air alkali bisa memiliki pH 8 atau 9. Diklaim memiliki berbagai manfaat kesehatan, tetapi sebetulnya topik ini masih menjadi kontroversi. Air Oksigen Air oksigen adalah air yang ditambahkan dengan ekstra oksigen pada saat pengemasan. Penambahan ini diklaim bermanfaat untuk kesehatan, termasuk membantu pemulihan usai berolahraga dan mengeluarkan toksin dari tubuh. Meski demikian, bukti-bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut masih sangat terbatas. Ciri fisik kemasan air mineral yang baik Tak hanya jenis air mineralnya saja yang harus diperhatikan, tetapi juga bahan kemasan plastik yang digunakan untuk mengemas produk. Pada 2004, Badan Standardisasi Nasional (BSN) merilis berbagai persyaratan botol air minum dalam kemasan yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), yakni: Visual dan sifatnya tampak: bersih, tidak ada benda asing yang menempel, tidak ada kerusakan seperti penyok, tidak retak, dan tidak ada goresan. Kemasan tidak boleh menyebabkan perubahan terhadap bau dan rasa pada air minum di dalamnya. Kapasitas penuh (terhadap kapasitas nominal) minimal 101. Kompresi (top load) minimal 6. Kebocoran (leak test) tidak boleh ada alias tidak bocor. Pada drop test, tidak boleh ada bocor, pecah, maupun retak. Residu vinyl chlroride monomer (VCM) maksimal – ppm (putar per menit). Global migrasi maksimal 30 ppm. Total logam berat (Pb, Cd) yang termigrasi maksimal 1 ppm. Reduksi kalium perngamanat (KMnO4) maksimal 10 ppm. Selain karakteristik di atas, kemasan minuman seharusnya tidak mengandung bisphenol A (BPA). BPA biasanya digunakan agar botol tidak mudah rusak ketika jatuh dan membuatnya tampak jernih. BPA bisa berbahaya bagi kesehatan karena dapat memengaruhi hormon endokrin yang berisiko mengganggu sistem reproduksi, pertumbuhan, dan penyakit metabolisme. Tak hanya itu BPA dalam jumlah tertentu dapat memicu berkembangnya kanker. Setelah mengetahui jenis air kemasan dan juga ciri-ciri air mineral yang baik, pastikan untuk memilih produk yang memenuhi semua persyaratannya. Pilih produk yang aman, steril, higienis, dan bebas dari kontaminasi. Morinaga Heiko+ Water adalah air demineral yang steril dan higienis karena diproses dengan teknologi Ultra High Temperature (UHT). Produk ini diolah menggunakan 8 tahapan proses sehingga bebas dari logam berat dan kontaminan lain serta kemasannya bebas BPA memenuhi standari mutu BPOM, SNI, dan sertifikat halal. Morinaga Heiko+ Water baik dikonsumsi oleh seluruh keluarga termasuk Si Kecil. Tak perlu was-was menggunakan produk ini sebagai campuran susu atau bubur Si Kecil karena air demineral tidak akan mengubah komposisi kandungan nutrisi makanan atau minuman Si Kecil. Jadi, pastikan Anda memilih produk yang sesuai dengan ciri-ciri air bersih untuk dikonsumsi Si Kecil. Baca juga: Panduan Air Minum Kemasan yang Baik untuk Keluarga
Bolehkah Air Minum Kemasan Dijadikan Campuran Susu Pertumbuhan?
ASI adalah nutrisi terbaik untuk Si Kecil. Tetapi ada kalanya, karena satu dan lain hal, ASI tidak dapat diberikan sehingga Bunda terpaksa memberikan nutrisi pengganti ASI seperti susu pertumbuhan. Saat memberikan nutrisi penggati, Bunda harus tahu sebelum membuat susu pertumbuhan dengan air mineral, pastikan air yang digunakan sudah tepat dan tidak mengubah komposisi nutrisi dalam susu tersebut. Susu pertumbuhan memang dapat dijadikan opsi untuk Ayah dan Bunda yang memiliki kendala dalam memberikan ASI untuk Si Kecil. Hal ini dikarenakan susu pertumbuhan pada umumnya dibuat dengan komposisi yang mirip ASI. Meski demikian, susu pertumbuhan yang dibuat dari bahan dasar susu sapi tetap memiliki kekurangan. Salah satunya adalah kandungan mineral yang lebih banyak ketimbang ASI. Berbagai mineral dan nutrisi yang terkandung dalam susu pertumbuhan memang dirancang khusus untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Namun biasanya, orang tua hanya mementingkan kandungan dalam susu pertumbuhan dan mengabaikan air yang dijadikan campuran untuk membuat susu tersebut. Padahal, sebelum membuat susu formula dengan air mineral, Bunda harus memilih air yang tepat untuk susu pertumbuhan juga sangat penting. Terutama untuk menjamin kandungan nutrisi dari susu pertumbuhan bisa diserap optimal oleh Si Kecil. Oleh karena itu, Bunda wajib tahu bagaimana memilih air yang tepat untuk susu Si Kecil. Sebelum mengetahui apakah air minum kemasan boleh dijadikan campuran susu, ada baiknya Bunda pahami terlebih dahulu jenis air mineral yang umum ditemukan.  Perbedaan air mineral dan air bebas mineral Menurut dr. Muliaman Mansyur air minum dalam kemasan dibagi menjadi dua yaitu air mineral dan air bebas mineral. Secara kasat mata, keduanya bisa dijadikan campuran susu formula. Namun ternyata, ada fakta penting yang harus Bunda ketahui sebelum memilih membuat susu formula dengan air mineral atau air bebas mineral. Air mineral untuk susu pertumbuhan Faktanya, susu pertumbuhan memang diformulasikan dengan mineral tinggi, untuk mencukupi kebutuhan nutrisi Si Kecil. Itu sebabnya, membuat susu formula dengan air mineral, bisa mengurangi manfaat nutrisi yang terkandung dalam susu tersebut. dr. Muliaman Mansyur juga mengatakan air dengan kandungan mineral yang tinggi dapat mengubah komposisi yang sudah terkandung baik di dalam susu bubuk Selain itu, asupan makanan atau minuman yang kandungan mineralnya terlalu tinggi juga berpotensi tidak dapat dicerna dengan baik oleh Si Kecil. Karena, sistem pencernaan Si Kecil yang belum bekerja sempurna untuk mengolah nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya. Lalu, bagaimana dengan air rebusan? Ternyata sama saja, lho, Bunda. Air tanah yang direbus hingga matang memiliki kandungan mineral lebih tinggi dibandingkan air mineral kemasan. Baca juga: Berapakah Kebutuhan Harian Air Si Kecil? Air bebas mineral untuk susu pertumbuhan Air bebas mineral atau air demineral, diproses sedemikian rupa untuk mengeluarkan kandungan-kandungan mineral di dalamnya. Sehingga air untuk membuat susu formula benar-benar murni dan aman dikonsumsi Si Kecil. Dengan menggunakan air demineral, kandungan nutrisi pada susu bubuk akan terjaga sehingga dapat  diserap dengan baik oleh tubuh Si Kecil. Jadi secara tidak langsung, memilih air campuran susu pertumbuhan yang tepat juga berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang Si Kecil di masa pertumbuhannya. Bunda bisa memilih air yang memiliki kandungan mineral sodium kurang dari 200 miligram per liter. Air dengan kandungan tersebut biasanya dikemas dalam bentuk botolan yang ukurannya sudah disesuaikan dengan takaran air untuk membuat susu formula. Produk yang bisa jadi pilihan Bunda adalah Morinaga Heiko+ Water. Air bebas kandungan mineral ini adalah inovasi dari Morinaga Research Center Jepang yang berpengalaman lebih dari 100 tahun mendukung kesehatan keluarga. Sebelum dikemas ke dalam botol bebas BPA, Morinaga Heiko+ Water telah melalui delapan tahap pemrosesan. Alasan mengapa Morinaga Heiko+ Water pilihan terbaik untuk melarutkan makanan Si Kecil, seperti susu dan bubur. Untuk menjadi catatan Bunda, pemberian air tidak dianjurkan untuk Si Kecil yang berusia 0-6 bulan. Si Kecil dalam rentang usia tersebut disarankan hanya mengonsumsi ASI secara eksklusif atau apabila ada kendala dalam memberikan ASI, maka diperbolehkan minum susu pertumbuhan yang disajikan dengan air khusus seperti Morinaga Heiko+ Water. Nah, sekarang Bunda sudah tahu, ya, susu pertumbuhan sebagai solusi kendala pemberian ASI harus disajikan dengan tepat. Gunakan air yang baik untuk membuat susu bayi, yang sudah didemineralisasi. Dengan demikian kesehatan Si Kecil akan terus terjaga. Baca juga: Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral
Dampak Kelebihan Asupan Mineral untuk Si Kecil
Untuk menunjang kesehatan Si Kecil, ia tidak hanya membutuhkan vitamin namun asupan mineral pun harus tercukupi. Hanya saja, Bunda harus memerhatikan porsi mineral yang dibutuhkan Si Kecil tiap harinya. Pastikan Si Kecil tidak akan kelebihan asupan mineral per harinya. Mineral adalah unsur kimia anorganik yang dihasilkan dari sisa makanan yang hancur karena suhu tinggi oleh bahan-bahan kimia. Perlu diketahui jika mineral terdiri dari dua jenis yaitu makromineral (dibutuhkan dalam jumlah banyak) dan micromineral (dibutuhkan dalam jumlah sedikit). Mineral ini dibutuhkan tubuh untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak karena mineral berperan sebagai bahan baku kerja enzim. Namun, tubuh tidak bisa menghasilkan mineral sehingga membutuhkan asupan dari luar. Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Mineral Harian Si Kecil Agar Ia Sehat Sebenarnya, seberapa penting mineral untuk tubuh Si Kecil? Yuk, simak apa saja fungsi mineral untuk tubuh. Fungsi mineral Seperti nutrisi lainnya, mineral juga memiliki peran yang tak kalah penting dengan nutrisi lainnya. Berikut fungsi mineral untuk tubuh yang perlu Bunda tahu: Membantu merawat fungsi otak Membantu menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh Berperan dalam menyusun struktur kerangka, seperti tulang dan gigi Berperan dalam transmisi impuls saraf dan kontraksi otot Jenis mineral Mineral memiliki beberapa jenis. Nah, WHO merekomendasikan beberapa asupan mineral yang dibutuhkan oleh Si Kecil dan harus terpenuhi agar kesehatannya serta tumbuh kembangnya optimal. Berikut jenis mineral yang harus terpenuhi selama Si Kecil dalam masa tumbuh kembang. Kalsium Kalsium dibutuhkan dalam pembentukan dan kesehatan tulang serta gigi. Kebutuhan kalsium Si Kecil di bawah usia 3 tahun adalah 700 mg per hari, sedangkan untuk usia 4-8 tahun memerlukan 1000 mg per harinya. Zat Besi Zat besi berperan penting dalam tumbuh kembang otak Si Kecil, membantu pembentukan hemoglobin untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, serta meningkatkan fokus saat belajar juga daya tahan tubuh. Kebutuhan zat besi untuk bayi adalah 3-5 mg per hari, sedangkan untuk balita adalah 8-9 mg per hari. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian suplementasi zat besi rutin tiap hari selama 3 bulan tiap tahun pada bayi sejak usia 6 bulan. Zinc (Seng)  Zinc dibutuhkan untuk menurunkan risiko diare dan pneumonia, membantu proses pembentukan sel, membantu fungsi otak, serta membantu proses tumbuh kembang Si Kecil dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Bayi membutuhkan zinc 3-5 mg per hari dan balita membutuhkan 8-10 mg per hari.  Magnesium Proses metabolisme energi dan transmisi saraf membutuhkan bantuan magnesium. Berpasangan dengan kalsium, magnesium berperan dalam pembentukan tulang dan gigi. Kebutuhan bayi sekitar 55 mg per hari, sedangkan balita sekitar 75-100 mg per hari. Yodium Tumbuh kembang bayi serta perkembangan kecerdasan otak harus didukung oleh terpenuhinya kebutuhan yodium. Tak hanya itu, yodium penting untuk membentuk hormon tiroksin yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, fungsi otot, dan saraf. Disarankan bayi mendapatkan asupan yodium 50-90 mg per hari.   Selenium Mineral ini berfungsi sebagai antioksidan guna meningkatkan kemampuan tubuh dan mencegah penyakit. Bayi membutuhkan sekitar 15-20 mg per hari dan balita 20-30 mg per hari. Kelebihan mineral Mineral memang dibutuhkan oleh tubuh kita agar bisa berfungsi maksimal, tapi bukan berarti asupannya boleh berlebihan karena dampaknya bisa merugikan tubuh. Asupan mineral berlebihan dapat mengganggu tumbuh kembang serta fungsi organ Si Kecil. Lantas bagaimana cara menjaga asupan mineral Si Kecil agar tetap seimbang? Ayah dan Bunda bisa memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari dengan makanan yang sehat, memberikan suplementasi mineral sesuai dosis, dan agar asupan tidak berlebihan, gunakan air demineral bukan air mineral biasa untuk konsumsi sehari-hari. Baca Juga: Panduan Air Minum Kemasan Yang Baik Untuk Keluarga Kandungan air mineral Memamg salah satu asupan yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mineral Si Kecil adalah air mineral. Panduan WHO yang dikeluarkan pada 2005 mengenai nutrisi dalam air minum mengatakan bahwa kandungan mineral dari air mineral yang digunakan untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, secara signifikan dapat mengubah dan menambahkan kandungan mineral pada susu atau makanan pendamping ASI, sehingga terjadi kelebihan mineral. Untuk lebih amannya, Bunda bisa menggunakan ke air demineral sebagai pengganti air mineral. Baca Juga: Kiat Memilih Air Yang Baik Untuk Si Kecil Tenang, Ayah dan Bunda tak perlu bingung mencari air demineral yang tepat untuk keluarga. Morinaga Heiko+ Water bisa jadi alternatif yang tepat, lho, Bun. Air minum bebas mineral (demineral) ini telah melalui 8 tahapan proses termasuk proses Ultra High Temperature (UHT) sehingga steril dan higienis. Ayah dan Bunda tak perlu was-was lagi soal adanya bakteri, logam berat, dan kontaminan lainnya. Morinaga Heiko+ Water ideal sebagai campuran untuk melarutkan susu dan makanan Si Kecil karena tidak mengandung mineral apa pun sehingga tidak akan mengubah komposisi nutrisi susu atau makanan yang akan diberikan kepada Si Kecil. Jadi Ayah dan Bunda tak perlu khawatir lagi Si Kecil akan mengalami kelebihan mineral.