Mengapa Bunda Harus Paham Aturan Pemberian Air Putih Untuk Si Kecil

Manfaat Air bagi Si Kecil

Air adalah salah satu zat yang dibutuhkan tubuh, termasuk pada Si Kecil. Air putih memiliki banyak manfaat antara lain meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga suhu tubuh agar tetap stabil. Air putih juga sangat bermanfaat untuk memaksimalkan fungsi kerja otak karena kehilangan sedikit saja cairan, dapat memengaruhi kinerja otak seperti gangguan konsentrasi dan suasana hati, serta sakit kepala.

Kurangnya asupan air putih bisa menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan risiko sembelit. Dehidrasi adalah kondisi tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripda yang didapatkan, sehingga tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kondisi ini dibedakan menjadi dehidrasi ringan dan sedang yang dapat segera diatasi dengan minum air. Sedangkan pada dehidrasi berat, penanganannya harus dengan pertolongan medis. Bunda pasti tidak mau hal ini terjadi pada Si Kecil, kan? Jadi, meski sering dianggap tidak memiliki nutrisi, namun air putih yang baik tetap memiliki peran penting untuk kesehatan Si Kecil sehingga kebutuhan minum Si Kecil setiap hari harus terpenuhi.

Pemberian Air Putih yang Tepat untuk Si Kecil

Setelah usia Si Kecil menginjak 6 bulan Bunda harus mulai memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI). MPASI merupakan salah satu sumber nutrisi yang penting bagi Si Kecil yang berusia 6 bulan ke atas. Selain itu, pemberian MPASI pada Si Kecil juga dapat melatih lidah serta gigi Si kecil dengan mengeksplor berbagai macam rasa dan tekstur.

Namun, selain memerhatikan bahan, tekstur, dan juga rasa MPASI untuk Si kecil, penting bagi Bunda untuk memahami bahwa air pelarut yang digunakan untuk melarutkan MPASI juga harus steril dan higienis. Namun tak hanya itu saja, Bun. Sebaiknya Bunda juga memilih air pelarut MPASI yang murni dan bebas mineral agar kandungan nutrisi pada MPASI Si Kecil terjaga kemurniannya.

Pada periode MPASI, biasanya Si Kecil juga diperkenalkan pada air putih. Untuk itu, Bunda perlu memahami aturan pemberian air putih pada anak usia 6 bulan ke atas agar air minum yang dikonsumsi Si Kecil tidak mengganggu pertumbuhannya.

Perlu Bunda cermati bahwa saluran pencernaan Si Kecil masih belum sempurna dan sangat rentan terhadap berbagai zat yang masuk kedalamnya, termasuk air putih. Untuk itu, Bunda perlu memerhatikan aturan pemberian air putih untuk Si Kecil. Dalam pemberian  air putih yang baik untuk dikonsumsi Si Kecil haruslah bersih dan aman, bebas dari kuman dan bakteri. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyarankan bahwa air putih yang baik untuk Si Kecil harus bersih dan aman, bebas dari kontaminan yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Baca juga: Kiat Memilih Air Yang Baik Untuk Si Kecil

Air Kemasan yang Baik untuk Pelarut Asupan Si Kecil

Sudah menjadi hal umum di masyarakat untuk mengonsumsi air putih dalam kemasan. Produk ini biasanya mengandung sejumlah mineral seperti sodium, kalsium, dan sulfat dalam kadar tertentu. Bunda harus cermati label komposisi kandungan air kemasan karena bukan tidak mungkin produk tersebut mengandung mineral dengan kadar tinggi. Apabila terlalu banyak diberikan kepada Si Kecil, bukan tidak mungkin ia mengalami kelebihan mineral dalam tubuhnya.

Tak hanya itu, air kemasan seringkali tidak sepenuhnya bebas bakteri karena pembuatannya tidak melalui proses sterilisasi. Tentunya untuk saluran cerna Si Kecil yang belum sempurna hal ini berisiko menimbulkan infeksi. 

Para ahli tetap menyarankan penggunaan air biasa (plain water atau tap water) untuk konsumsi sehari-hari. Namun, air harus direbus terlebih dulu hingga mendidih, kemudian simpan dalam wadah steril setelah suhunya turun. Ini diharapkan dapat menekan risiko Si Kecil terkena food borne disease.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Mineral Harian Si Kecil Agar Ia Sehat

Cara lain untuk melindungi Si Kecil darifood borne disease adalah dengan memberikannya air putih yang baik dan tentunya yang murni dan steril. Murni berarti bebas mineral dan steril artinya bebas dari kuman. Morinaga Heiko+ Water diproduksi melalui proses Ultra High Temperature (UHT),  yaitu proses pemanasan dengan suhu 141 derajat Celcius selama 60 detik sehingga membuat air murni bebas mineral Morinaga Heiko+ Water bebas virus, jamur bakteri patogen, serta partikel asing seperti logam berat.

Selain itu, Morinaga Heiko+ Water juga diproses dengan Aseptic Filling yaitu proses pengisian air yang terjamin steril dan higienis sehingga membuat Morinaga Heiko+ Water aman untuk digunakan melarutkan asupan Si Kecil. Morinaga Heiko+ Water bisa digunakan untuk melarutkan makanan dan minuman seperti susu, bubur, atau dikonsumsi langsung oleh seluruh anggota keluarga. Kesterilan produk ini juga dijamin oleh kemasannya yang sudah bebas BPA (Bisphenol-A).

Asupan harian air putih yang baik berperan penting dalam tumbuh kembang Si Kecil oleh karena itu Bunda harus mengetahui aturan pemberian serta syarat air putih yang aman dikonsumsi keluarga.

Bagikan Artikel:
Mengapa Bunda Harus Paham Aturan Pemberian Air Putih Untuk Si Kecil

Manfaat Air bagi Si Kecil

Air adalah salah satu zat yang dibutuhkan tubuh, termasuk pada Si Kecil. Air putih memiliki banyak manfaat antara lain meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga suhu tubuh agar tetap stabil. Air putih juga sangat bermanfaat untuk memaksimalkan fungsi kerja otak karena kehilangan sedikit saja cairan, dapat memengaruhi kinerja otak seperti gangguan konsentrasi dan suasana hati, serta sakit kepala.

Kurangnya asupan air putih bisa menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan risiko sembelit. Dehidrasi adalah kondisi tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripda yang didapatkan, sehingga tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kondisi ini dibedakan menjadi dehidrasi ringan dan sedang yang dapat segera diatasi dengan minum air. Sedangkan pada dehidrasi berat, penanganannya harus dengan pertolongan medis. Bunda pasti tidak mau hal ini terjadi pada Si Kecil, kan? Jadi, meski sering dianggap tidak memiliki nutrisi, namun air putih yang baik tetap memiliki peran penting untuk kesehatan Si Kecil sehingga kebutuhan minum Si Kecil setiap hari harus terpenuhi.

Pemberian Air Putih yang Tepat untuk Si Kecil

Setelah usia Si Kecil menginjak 6 bulan Bunda harus mulai memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI). MPASI merupakan salah satu sumber nutrisi yang penting bagi Si Kecil yang berusia 6 bulan ke atas. Selain itu, pemberian MPASI pada Si Kecil juga dapat melatih lidah serta gigi Si kecil dengan mengeksplor berbagai macam rasa dan tekstur.

Namun, selain memerhatikan bahan, tekstur, dan juga rasa MPASI untuk Si kecil, penting bagi Bunda untuk memahami bahwa air pelarut yang digunakan untuk melarutkan MPASI juga harus steril dan higienis. Namun tak hanya itu saja, Bun. Sebaiknya Bunda juga memilih air pelarut MPASI yang murni dan bebas mineral agar kandungan nutrisi pada MPASI Si Kecil terjaga kemurniannya.

Pada periode MPASI, biasanya Si Kecil juga diperkenalkan pada air putih. Untuk itu, Bunda perlu memahami aturan pemberian air putih pada anak usia 6 bulan ke atas agar air minum yang dikonsumsi Si Kecil tidak mengganggu pertumbuhannya.

Perlu Bunda cermati bahwa saluran pencernaan Si Kecil masih belum sempurna dan sangat rentan terhadap berbagai zat yang masuk kedalamnya, termasuk air putih. Untuk itu, Bunda perlu memerhatikan aturan pemberian air putih untuk Si Kecil. Dalam pemberian  air putih yang baik untuk dikonsumsi Si Kecil haruslah bersih dan aman, bebas dari kuman dan bakteri. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyarankan bahwa air putih yang baik untuk Si Kecil harus bersih dan aman, bebas dari kontaminan yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Baca juga: Kiat Memilih Air Yang Baik Untuk Si Kecil

Air Kemasan yang Baik untuk Pelarut Asupan Si Kecil

Sudah menjadi hal umum di masyarakat untuk mengonsumsi air putih dalam kemasan. Produk ini biasanya mengandung sejumlah mineral seperti sodium, kalsium, dan sulfat dalam kadar tertentu. Bunda harus cermati label komposisi kandungan air kemasan karena bukan tidak mungkin produk tersebut mengandung mineral dengan kadar tinggi. Apabila terlalu banyak diberikan kepada Si Kecil, bukan tidak mungkin ia mengalami kelebihan mineral dalam tubuhnya.

Tak hanya itu, air kemasan seringkali tidak sepenuhnya bebas bakteri karena pembuatannya tidak melalui proses sterilisasi. Tentunya untuk saluran cerna Si Kecil yang belum sempurna hal ini berisiko menimbulkan infeksi. 

Para ahli tetap menyarankan penggunaan air biasa (plain water atau tap water) untuk konsumsi sehari-hari. Namun, air harus direbus terlebih dulu hingga mendidih, kemudian simpan dalam wadah steril setelah suhunya turun. Ini diharapkan dapat menekan risiko Si Kecil terkena food borne disease.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Mineral Harian Si Kecil Agar Ia Sehat

Cara lain untuk melindungi Si Kecil darifood borne disease adalah dengan memberikannya air putih yang baik dan tentunya yang murni dan steril. Murni berarti bebas mineral dan steril artinya bebas dari kuman. Morinaga Heiko+ Water diproduksi melalui proses Ultra High Temperature (UHT),  yaitu proses pemanasan dengan suhu 141 derajat Celcius selama 60 detik sehingga membuat air murni bebas mineral Morinaga Heiko+ Water bebas virus, jamur bakteri patogen, serta partikel asing seperti logam berat.

Selain itu, Morinaga Heiko+ Water juga diproses dengan Aseptic Filling yaitu proses pengisian air yang terjamin steril dan higienis sehingga membuat Morinaga Heiko+ Water aman untuk digunakan melarutkan asupan Si Kecil. Morinaga Heiko+ Water bisa digunakan untuk melarutkan makanan dan minuman seperti susu, bubur, atau dikonsumsi langsung oleh seluruh anggota keluarga. Kesterilan produk ini juga dijamin oleh kemasannya yang sudah bebas BPA (Bisphenol-A).

Asupan harian air putih yang baik berperan penting dalam tumbuh kembang Si Kecil oleh karena itu Bunda harus mengetahui aturan pemberian serta syarat air putih yang aman dikonsumsi keluarga.

Bagikan Artikel:
Bagikan Artikel: