Dampak Kelebihan Asupan Mineral untuk Si Kecil

Untuk menunjang kesehatan Si Kecil, ia tidak hanya membutuhkan vitamin namun asupan mineral pun harus tercukupi. Hanya saja, Bunda harus memerhatikan porsi mineral yang dibutuhkan Si Kecil tiap harinya. Pastikan Si Kecil tidak akan kelebihan asupan mineral per harinya.

Mineral adalah unsur kimia anorganik yang dihasilkan dari sisa makanan yang hancur karena suhu tinggi oleh bahan-bahan kimia. Perlu diketahui jika mineral terdiri dari dua jenis yaitu makromineral (dibutuhkan dalam jumlah banyak) dan micromineral (dibutuhkan dalam jumlah sedikit).

Mineral ini dibutuhkan tubuh untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak karena mineral berperan sebagai bahan baku kerja enzim. Namun, tubuh tidak bisa menghasilkan mineral sehingga membutuhkan asupan dari luar.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Mineral Harian Si Kecil Agar Ia Sehat

Sebenarnya, seberapa penting mineral untuk tubuh Si Kecil? Yuk, simak apa saja fungsi mineral untuk tubuh.

Fungsi mineral

Seperti nutrisi lainnya, mineral juga memiliki peran yang tak kalah penting dengan nutrisi lainnya. Berikut fungsi mineral untuk tubuh yang perlu Bunda tahu:

  • Membantu merawat fungsi otak
  • Membantu menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh
  • Berperan dalam menyusun struktur kerangka, seperti tulang dan gigi
  • Berperan dalam transmisi impuls saraf dan kontraksi otot

Jenis mineral

Mineral memiliki beberapa jenis. Nah, WHO merekomendasikan beberapa asupan mineral yang dibutuhkan oleh Si Kecil dan harus terpenuhi agar kesehatannya serta tumbuh kembangnya optimal. Berikut jenis mineral yang harus terpenuhi selama Si Kecil dalam masa tumbuh kembang.

Kalsium

Kalsium dibutuhkan dalam pembentukan dan kesehatan tulang serta gigi. Kebutuhan kalsium Si Kecil di bawah usia 3 tahun adalah 700 mg per hari, sedangkan untuk usia 4-8 tahun memerlukan 1000 mg per harinya.

Zat Besi

Zat besi berperan penting dalam tumbuh kembang otak Si Kecil, membantu pembentukan hemoglobin untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, serta meningkatkan fokus saat belajar juga daya tahan tubuh. Kebutuhan zat besi untuk bayi adalah 3-5 mg per hari, sedangkan untuk balita adalah 8-9 mg per hari. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian suplementasi zat besi rutin tiap hari selama 3 bulan tiap tahun pada bayi sejak usia 6 bulan.

Zinc (Seng) 

Zinc dibutuhkan untuk menurunkan risiko diare dan pneumonia, membantu proses pembentukan sel, membantu fungsi otak, serta membantu proses tumbuh kembang Si Kecil dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Bayi membutuhkan zinc 3-5 mg per hari dan balita membutuhkan 8-10 mg per hari. 

Magnesium

Proses metabolisme energi dan transmisi saraf membutuhkan bantuan magnesium. Berpasangan dengan kalsium, magnesium berperan dalam pembentukan tulang dan gigi. Kebutuhan bayi sekitar 55 mg per hari, sedangkan balita sekitar 75-100 mg per hari.

Yodium

Tumbuh kembang bayi serta perkembangan kecerdasan otak harus didukung oleh terpenuhinya kebutuhan yodium. Tak hanya itu, yodium penting untuk membentuk

hormon tiroksin yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, fungsi otot, dan saraf. Disarankan bayi mendapatkan asupan yodium 50-90 mg per hari.  

Selenium

Mineral ini berfungsi sebagai antioksidan guna meningkatkan kemampuan tubuh dan mencegah penyakit. Bayi membutuhkan sekitar 15-20 mg per hari dan balita 20-30 mg per hari.

Kelebihan mineral

Mineral memang dibutuhkan oleh tubuh kita agar bisa berfungsi maksimal, tapi bukan berarti asupannya boleh berlebihan karena dampaknya bisa merugikan tubuh. Asupan mineral berlebihan dapat mengganggu tumbuh kembang serta fungsi organ Si Kecil.

Lantas bagaimana cara menjaga asupan mineral Si Kecil agar tetap seimbang? Ayah dan Bunda bisa memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari dengan makanan yang sehat, memberikan suplementasi mineral sesuai dosis, dan agar asupan tidak berlebihan, gunakan air demineral bukan air mineral biasa untuk konsumsi sehari-hari.

Baca Juga: Panduan Air Minum Kemasan Yang Baik Untuk Keluarga

Kandungan air mineral

Memamg salah satu asupan yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mineral Si Kecil adalah air mineral. Panduan WHO yang dikeluarkan pada 2005 mengenai nutrisi dalam air minum mengatakan bahwa kandungan mineral dari air mineral yang digunakan untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, secara signifikan dapat mengubah dan menambahkan kandungan mineral pada susu atau makanan pendamping ASI, sehingga terjadi kelebihan mineral. Untuk lebih amannya, Bunda bisa menggunakan ke air demineral sebagai pengganti air mineral.

Baca Juga: Kiat Memilih Air Yang Baik Untuk Si Kecil

Tenang, Ayah dan Bunda tak perlu bingung mencari air demineral yang tepat untuk keluarga. Morinaga Heiko+ Water bisa jadi alternatif yang tepat, lho, Bun. Air minum bebas mineral (demineral) ini telah melalui 8 tahapan proses termasuk proses Ultra High Temperature (UHT) sehingga steril dan higienis. Ayah dan Bunda tak perlu was-was lagi soal adanya bakteri, logam berat, dan kontaminan lainnya.

Morinaga Heiko+ Water ideal sebagai campuran untuk melarutkan susu dan makanan Si Kecil karena tidak mengandung mineral apa pun sehingga tidak akan mengubah komposisi nutrisi susu atau makanan yang akan diberikan kepada Si Kecil. Jadi Ayah dan Bunda tak perlu khawatir lagi Si Kecil akan mengalami kelebihan mineral.

Bagikan Artikel:
Dampak Kelebihan Asupan Mineral untuk Si Kecil

Untuk menunjang kesehatan Si Kecil, ia tidak hanya membutuhkan vitamin namun asupan mineral pun harus tercukupi. Hanya saja, Bunda harus memerhatikan porsi mineral yang dibutuhkan Si Kecil tiap harinya. Pastikan Si Kecil tidak akan kelebihan asupan mineral per harinya.

Mineral adalah unsur kimia anorganik yang dihasilkan dari sisa makanan yang hancur karena suhu tinggi oleh bahan-bahan kimia. Perlu diketahui jika mineral terdiri dari dua jenis yaitu makromineral (dibutuhkan dalam jumlah banyak) dan micromineral (dibutuhkan dalam jumlah sedikit).

Mineral ini dibutuhkan tubuh untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak karena mineral berperan sebagai bahan baku kerja enzim. Namun, tubuh tidak bisa menghasilkan mineral sehingga membutuhkan asupan dari luar.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Mineral Harian Si Kecil Agar Ia Sehat

Sebenarnya, seberapa penting mineral untuk tubuh Si Kecil? Yuk, simak apa saja fungsi mineral untuk tubuh.

Fungsi mineral

Seperti nutrisi lainnya, mineral juga memiliki peran yang tak kalah penting dengan nutrisi lainnya. Berikut fungsi mineral untuk tubuh yang perlu Bunda tahu:

  • Membantu merawat fungsi otak
  • Membantu menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh
  • Berperan dalam menyusun struktur kerangka, seperti tulang dan gigi
  • Berperan dalam transmisi impuls saraf dan kontraksi otot

Jenis mineral

Mineral memiliki beberapa jenis. Nah, WHO merekomendasikan beberapa asupan mineral yang dibutuhkan oleh Si Kecil dan harus terpenuhi agar kesehatannya serta tumbuh kembangnya optimal. Berikut jenis mineral yang harus terpenuhi selama Si Kecil dalam masa tumbuh kembang.

Kalsium

Kalsium dibutuhkan dalam pembentukan dan kesehatan tulang serta gigi. Kebutuhan kalsium Si Kecil di bawah usia 3 tahun adalah 700 mg per hari, sedangkan untuk usia 4-8 tahun memerlukan 1000 mg per harinya.

Zat Besi

Zat besi berperan penting dalam tumbuh kembang otak Si Kecil, membantu pembentukan hemoglobin untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, serta meningkatkan fokus saat belajar juga daya tahan tubuh. Kebutuhan zat besi untuk bayi adalah 3-5 mg per hari, sedangkan untuk balita adalah 8-9 mg per hari. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian suplementasi zat besi rutin tiap hari selama 3 bulan tiap tahun pada bayi sejak usia 6 bulan.

Zinc (Seng) 

Zinc dibutuhkan untuk menurunkan risiko diare dan pneumonia, membantu proses pembentukan sel, membantu fungsi otak, serta membantu proses tumbuh kembang Si Kecil dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Bayi membutuhkan zinc 3-5 mg per hari dan balita membutuhkan 8-10 mg per hari. 

Magnesium

Proses metabolisme energi dan transmisi saraf membutuhkan bantuan magnesium. Berpasangan dengan kalsium, magnesium berperan dalam pembentukan tulang dan gigi. Kebutuhan bayi sekitar 55 mg per hari, sedangkan balita sekitar 75-100 mg per hari.

Yodium

Tumbuh kembang bayi serta perkembangan kecerdasan otak harus didukung oleh terpenuhinya kebutuhan yodium. Tak hanya itu, yodium penting untuk membentuk

hormon tiroksin yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, fungsi otot, dan saraf. Disarankan bayi mendapatkan asupan yodium 50-90 mg per hari.  

Selenium

Mineral ini berfungsi sebagai antioksidan guna meningkatkan kemampuan tubuh dan mencegah penyakit. Bayi membutuhkan sekitar 15-20 mg per hari dan balita 20-30 mg per hari.

Kelebihan mineral

Mineral memang dibutuhkan oleh tubuh kita agar bisa berfungsi maksimal, tapi bukan berarti asupannya boleh berlebihan karena dampaknya bisa merugikan tubuh. Asupan mineral berlebihan dapat mengganggu tumbuh kembang serta fungsi organ Si Kecil.

Lantas bagaimana cara menjaga asupan mineral Si Kecil agar tetap seimbang? Ayah dan Bunda bisa memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari dengan makanan yang sehat, memberikan suplementasi mineral sesuai dosis, dan agar asupan tidak berlebihan, gunakan air demineral bukan air mineral biasa untuk konsumsi sehari-hari.

Baca Juga: Panduan Air Minum Kemasan Yang Baik Untuk Keluarga

Kandungan air mineral

Memamg salah satu asupan yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mineral Si Kecil adalah air mineral. Panduan WHO yang dikeluarkan pada 2005 mengenai nutrisi dalam air minum mengatakan bahwa kandungan mineral dari air mineral yang digunakan untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, secara signifikan dapat mengubah dan menambahkan kandungan mineral pada susu atau makanan pendamping ASI, sehingga terjadi kelebihan mineral. Untuk lebih amannya, Bunda bisa menggunakan ke air demineral sebagai pengganti air mineral.

Baca Juga: Kiat Memilih Air Yang Baik Untuk Si Kecil

Tenang, Ayah dan Bunda tak perlu bingung mencari air demineral yang tepat untuk keluarga. Morinaga Heiko+ Water bisa jadi alternatif yang tepat, lho, Bun. Air minum bebas mineral (demineral) ini telah melalui 8 tahapan proses termasuk proses Ultra High Temperature (UHT) sehingga steril dan higienis. Ayah dan Bunda tak perlu was-was lagi soal adanya bakteri, logam berat, dan kontaminan lainnya.

Morinaga Heiko+ Water ideal sebagai campuran untuk melarutkan susu dan makanan Si Kecil karena tidak mengandung mineral apa pun sehingga tidak akan mengubah komposisi nutrisi susu atau makanan yang akan diberikan kepada Si Kecil. Jadi Ayah dan Bunda tak perlu khawatir lagi Si Kecil akan mengalami kelebihan mineral.

Bagikan Artikel:
Bagikan Artikel: