Berapakah Kebutuhan Harian Air Si Kecil?

Tahukah Bunda jika asupan air merupakan salah satu kunci penting dalam proses tumbuh kembang Si Kecil? Kenyataannya, banyak orang tua hanya focus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi saja sehingga kebutuhan airnya seringkali terlewatkan. Apalagi, biasanya Si Kecil baru ingat minum jika ia merasa haus.

Kutipan dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memerlihatkan bahwa pada satu tahun pertama hidup Si Kecil persentase jumlah air total dalam tubuhnya adalah 65-80% dari berat badannya. Jumlah ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain usia, massa otot, jenis kelamin, jenis aktivitas, kondisi kesehatan, serta lemak tubuh.

Rutin mengonsumsi air sangat dibutuhkan Si Kecil guna memenuhi kebutuhan cairan harian Si Kecil. Hal ini wajib dilakukan untuk mencegah dehidrasi, mendukung proses aktivitas sel tubuh, mencegah terjadinya gangguan pencernaan dan infeksi saluran kemih. Jika Si Kecil kekurangan cairan dalam tubuh, maka akan sangat mengganggu kesehatannya, dan akan muncul gejala tak nyaman seperti mulut kering, kesemutan, merasa kebal/baal pada beberapa bagian tubuh, peningkatan suhu tubuh, hingga mengalami penurunan kesadaran.

Si Kecil yang kurang minum air putih juga beresiko memiliki penurunan fungsi kognitifnya. Hal ini dibuktikan berdasarkan studi di Amerika Serikat bahwa anak yang kurang minum air putih bisa memiliki dampak buruk bagi kecerdasannya, karena aliran darah menuju otak akan terhambat yang disebabkan oleh kurangnya cairan tubuh sebagai ‘transportasi’ dan berlanjut pada penurunan konsentrasi anak.

Kebutuhan air harian Si Kecil berbeda dengan kebutuhan air harian Ayah dan Bunda. Dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical Kalbe Nutritionals, menyampaikan bahwa bayi dan anak membutuhkan air lima kali lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Wah, kok bisa ya?

IDAI dalam situsnya menyatakan bahwa kebutuhan air harian Si Kecil usia 0-1 tahun berkisar antara 700 ml-800 ml; usia 1-3 tahun memerlukan 1300 ml; usia 4-8 tahun memerlukan 1700 ml; usia 9-13 tahun memerlukan 2400 ml (laki-laki) dan 2100 ml (perempuan); usia 14-18 tahun memerlukan 3300 ml (laki-laki) dan 2300 ml (perempuan). Kebutuhan air ini bisa di penuhi dari beragam sumber seperti cairan dari buah, susu, ASI, juga makanan berkuah.

Dr. Muliaman Mansyur menyarankan agar Ayah dan Bunda rajin menawarkan air minum kepada Si Kecil. Jangan tunggu sampai ia merasa haus terlebih dulu. Pemberian air juga harus memerhatikan sumber yang baik agar Si Kecil terhindar dari berbagai penyakit yang didapat karena mengonsumsi makanan atau minuman tercemar mikrobapatogen (food borne disease). Virus seperti rotavirus dan bakteri E. coli adalah penyebab terbanyak food borne disease, gejala yang muncul umumnya adalah diare dan muntah.

Baca juga: Kualitas Air Minum Menentukan Kesehatan Keluarga

Siasat agar Si Kecil Mau Minum Air Putih

Bunda dan Ayah bisa menjadi contoh untuk selalu minum air putih, seperti saat selesai makan, bangun tidur, disela-sela bermain, saat bersantai, dan jangan lupa untuk menerangkan manfaat dari mengonsumsi air putih. Terapkan pula bahwa meminum air putih adalah hal penting dan wajib diikuti, sehingga akan menimbulkan kebiasaan untuk selalu minum air putih. Selain itu, Bunda bisa memilih gelas atau botol minum yang menarik untuk Si Kecil, ini akan meningkatkan frekuensi minum air putih karena disimpan dalam botol atau gelas kesayangannya. Namun, perlu diperhatikan juga agar Si Kecil tidak kolik.

Menghindarkan Si Kecil dari Bahaya Food Borne Disease

Lantas, bagaimana cara melindungi Si Kecil dari food borne disease? Berikan Si Kecil air dari sumber air yang baik. Pastikan air yang dikonsumsi oleh Si Kecil adalah air murni dan steril. Murni artinya bebas mineral dan steril artinya bebas dari kuman sehingga Si Kecil aman terlindungi. 

Kini sudah tersedia Morinaga Heiko+ Water, air minum kemasan dari Morinaga Research Center Jepang. Morinaga Heiko+ Water diproduksi melalui proses Ultra High Temperature (UHT) dan Aseptic Filling untuk memastikan air bebas dari bakteri, virus, parasit serta jamur. Morinaga Heiko+ Water dapat digunakan untuk melarutkan makanan dan minuman seperti susu, bubur tanpa mengurangi kandungan apapun yang terkandung di dalamnya, atau dikonsumsi langsung oleh seluruh anggota keluarga. Kemasannya yang BPA free dan bersegel menjamin kesterilan dan keasliannya.

Nah, pastikan Bunda memenuhi kebutuhan air harian Si Kecil agar kesehatannya terjaga dan proses tumbuh kembangnya berjalan optimal. Jadi, sudah berapa gelaskah Si Kecil minum hari ini?

Baca juga:Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral

Bagikan Artikel:
Berapakah Kebutuhan Harian Air Si Kecil?

Tahukah Bunda jika asupan air merupakan salah satu kunci penting dalam proses tumbuh kembang Si Kecil? Kenyataannya, banyak orang tua hanya focus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi saja sehingga kebutuhan airnya seringkali terlewatkan. Apalagi, biasanya Si Kecil baru ingat minum jika ia merasa haus.

Kutipan dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memerlihatkan bahwa pada satu tahun pertama hidup Si Kecil persentase jumlah air total dalam tubuhnya adalah 65-80% dari berat badannya. Jumlah ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain usia, massa otot, jenis kelamin, jenis aktivitas, kondisi kesehatan, serta lemak tubuh.

Rutin mengonsumsi air sangat dibutuhkan Si Kecil guna memenuhi kebutuhan cairan harian Si Kecil. Hal ini wajib dilakukan untuk mencegah dehidrasi, mendukung proses aktivitas sel tubuh, mencegah terjadinya gangguan pencernaan dan infeksi saluran kemih. Jika Si Kecil kekurangan cairan dalam tubuh, maka akan sangat mengganggu kesehatannya, dan akan muncul gejala tak nyaman seperti mulut kering, kesemutan, merasa kebal/baal pada beberapa bagian tubuh, peningkatan suhu tubuh, hingga mengalami penurunan kesadaran.

Si Kecil yang kurang minum air putih juga beresiko memiliki penurunan fungsi kognitifnya. Hal ini dibuktikan berdasarkan studi di Amerika Serikat bahwa anak yang kurang minum air putih bisa memiliki dampak buruk bagi kecerdasannya, karena aliran darah menuju otak akan terhambat yang disebabkan oleh kurangnya cairan tubuh sebagai ‘transportasi’ dan berlanjut pada penurunan konsentrasi anak.

Kebutuhan air harian Si Kecil berbeda dengan kebutuhan air harian Ayah dan Bunda. Dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical Kalbe Nutritionals, menyampaikan bahwa bayi dan anak membutuhkan air lima kali lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Wah, kok bisa ya?

IDAI dalam situsnya menyatakan bahwa kebutuhan air harian Si Kecil usia 0-1 tahun berkisar antara 700 ml-800 ml; usia 1-3 tahun memerlukan 1300 ml; usia 4-8 tahun memerlukan 1700 ml; usia 9-13 tahun memerlukan 2400 ml (laki-laki) dan 2100 ml (perempuan); usia 14-18 tahun memerlukan 3300 ml (laki-laki) dan 2300 ml (perempuan). Kebutuhan air ini bisa di penuhi dari beragam sumber seperti cairan dari buah, susu, ASI, juga makanan berkuah.

Dr. Muliaman Mansyur menyarankan agar Ayah dan Bunda rajin menawarkan air minum kepada Si Kecil. Jangan tunggu sampai ia merasa haus terlebih dulu. Pemberian air juga harus memerhatikan sumber yang baik agar Si Kecil terhindar dari berbagai penyakit yang didapat karena mengonsumsi makanan atau minuman tercemar mikrobapatogen (food borne disease). Virus seperti rotavirus dan bakteri E. coli adalah penyebab terbanyak food borne disease, gejala yang muncul umumnya adalah diare dan muntah.

Baca juga: Kualitas Air Minum Menentukan Kesehatan Keluarga

Siasat agar Si Kecil Mau Minum Air Putih

Bunda dan Ayah bisa menjadi contoh untuk selalu minum air putih, seperti saat selesai makan, bangun tidur, disela-sela bermain, saat bersantai, dan jangan lupa untuk menerangkan manfaat dari mengonsumsi air putih. Terapkan pula bahwa meminum air putih adalah hal penting dan wajib diikuti, sehingga akan menimbulkan kebiasaan untuk selalu minum air putih. Selain itu, Bunda bisa memilih gelas atau botol minum yang menarik untuk Si Kecil, ini akan meningkatkan frekuensi minum air putih karena disimpan dalam botol atau gelas kesayangannya. Namun, perlu diperhatikan juga agar Si Kecil tidak kolik.

Menghindarkan Si Kecil dari Bahaya Food Borne Disease

Lantas, bagaimana cara melindungi Si Kecil dari food borne disease? Berikan Si Kecil air dari sumber air yang baik. Pastikan air yang dikonsumsi oleh Si Kecil adalah air murni dan steril. Murni artinya bebas mineral dan steril artinya bebas dari kuman sehingga Si Kecil aman terlindungi. 

Kini sudah tersedia Morinaga Heiko+ Water, air minum kemasan dari Morinaga Research Center Jepang. Morinaga Heiko+ Water diproduksi melalui proses Ultra High Temperature (UHT) dan Aseptic Filling untuk memastikan air bebas dari bakteri, virus, parasit serta jamur. Morinaga Heiko+ Water dapat digunakan untuk melarutkan makanan dan minuman seperti susu, bubur tanpa mengurangi kandungan apapun yang terkandung di dalamnya, atau dikonsumsi langsung oleh seluruh anggota keluarga. Kemasannya yang BPA free dan bersegel menjamin kesterilan dan keasliannya.

Nah, pastikan Bunda memenuhi kebutuhan air harian Si Kecil agar kesehatannya terjaga dan proses tumbuh kembangnya berjalan optimal. Jadi, sudah berapa gelaskah Si Kecil minum hari ini?

Baca juga:Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral

Bagikan Artikel:
Bagikan Artikel: