5 Cara Jitu Agar Si Kecil Banyak Minum Air

Tubuh memerlukan asupan air putih yang cukup setiap harinya agar kesehatan kita tetap terjaga. Ini berlaku pula untuk Si Kecil. Wajar saja karena 75% tubuh Si Kecil terdiri dari air.

Namun, banyak Ayah dan Bunda menemui kesulitan saat harus memastikan Si Kecil mendapat asupan air putih yang cukup. Adakah cara agar Si Kecil mau minum air putih sejumlah yang dibutuhkan tubuhnya?

Jumlah cairan yang dibutuhkan Si Kecil bergantung pada beberapa faktor antara lain usia. Untuk usia 0–6 bulan, Si Kecil membutuhkan 0,7 liter cairan per hari. Tentu, pemenuhan kebutuhan ini seluruhnya bersumber dari air susu ibu (ASI).

Sementara itu, kebutuhan Si Kecil berusia 7–12 bulan bertambah menjadi sekitar 0,8 liter per hari. Pada kelompok usia ini, kebutuhan cairan bisa dipenuhi dengan pemberian ASI maupun air putih sebagai MPASI.

Untuk Si Kecil yang berusia 1–3 tahun, kebutuhan cairannya adalah 1,3 liter per hari. Dan, Si Kecil usia 4–8 tahun membutuhkan asupan 1,7 liter cairan per hari.

Lantas, apa yang terjadi jika kebutuhan cairan harian Si Kecil tidak terpenuhi? 

Hasil penelitian memerlihatkan bahwa hilangnya 1% cairan tubuh bisa mengakibatkan Si Kecil mengalami peningkatan suhu tubuh dan rasa haus yang berlebihan. Jika dehidrasi yang dialami lebih hebat lagi, Si Kecil akan mengalami mulut kering, kesemutan, hingga baal pada anggota gerak. Penurunan kesadaran hingga risiko kehilangan nyawa mengintai Si Kecil dengan kondisi dehidrasi hingga 10% cairan tubuh.

Dengan risiko yang tidak main-main maka Ayah dan Bunda harus memastikan Si Kecil mendapatkan asupan harian cairan sesuai anjuran. Umumnya, Si Kecil enggan minum air putih karena rasanya yang hambar. Ia lebih memilih mengonsumsi minuman bercita rasa manis. Meski mungkin jumlah cairan masuk sudah sesuai anjuran tetapi hobi mengonsumsi minuman manis memiliki risiko tersendiri. 

Berdasarkan penelitian di Australia, Si Kecil berusia 4–12 tahun yang hobi konsumsi minuman manis 500 mililiter atau lebih setiap hari berpotensi mengalami obesitas dua kali lebih tinggi saat dewasa kelak. Obesitas berbahaya bagi kesehatan tubuh luar dan dalam karena bisa meningkatkan risiko penyakit berbahaya, seperti diabetes, serangan jantung, dan stroke. 

Tapi membuat Si Kecil menyukai air putih itu sulit, pikir Ayah dan Bunda. Simak strategi jitu di bawah agar Si Kecil termotivasi minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari. 

- Minum harus menyenangkan
Si Kecil biasanya bersemangat jika diberi minuman berwarna seperti sirup atau soda. Nah, Bunda bisa perlakukan air putih seperti minuman berwarna misalnya dengan menyajikannya dingin dengan tambahan es batu. 

- Bentuk kebiasaan baik; konsumsi segelas air putih setelah makan
Pastikan Si Kecil minum segelas air putih tiap kali selesai makan. Ini dapat dijadikan cara untuk memenui kebutuhan cairan harian. 

- Sediakan hanya air putih di rumah
Jika Si Kecil sangat malas minum air putih maka satu-satunya cara adalah membatasi pilihan minumannya. 

- Tawarkan minum sesering mungkin
Ingatkan Si Kecil untuk minum saat ia asyik bermain. Ia membutuhkan air putih untuk menggantikan cairan yang keluar melalui keringat. Pastikan Si Kecil tetap minum di sela waktu bermainnya. 

Walk the talk
Ayah dan Ibu harus memberikan contoh di rumah. Si Kecil akan melihat bahwa Ayah dan Ibu juga menjalankan aturan dan merasakan manfaat dari minum air putih. 

Hal lain yang harus diperhatikan Ayah dan Bunda juga adalah sumber air minum. Berikan sumber air yang baik agar Si Kecil terhindar dari food borne disease, penyakit yang disebabkan oleh makanan atau minuman yang tercemar mikroorganisme. 

Bunda bisa memberikan Si Kecil sumber air Morinaga Heiko+ Water yang diproses dengan teknologi Ultra High Temperature (UHT) dan aseptic filling. Produk ini terjamin kesterilannya karena dikemas dalam botol bebas BPA dan bersegel. Morinaga Heiko+ Water baik digunakan untuk melarutkan susu, MPASI dan makanan Si Kecil tanpa menambahkan adanya interaksi kandungan mineral yang ada dalam susu dan MPASI.

Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil termasuk kebutuhan air minum hariannya, Bunda telah mendukung proses tumbuh kembangnya agar berjalan optimal. 

Bagikan Artikel:
5 Cara Jitu Agar Si Kecil Banyak Minum Air

Tubuh memerlukan asupan air putih yang cukup setiap harinya agar kesehatan kita tetap terjaga. Ini berlaku pula untuk Si Kecil. Wajar saja karena 75% tubuh Si Kecil terdiri dari air.

Namun, banyak Ayah dan Bunda menemui kesulitan saat harus memastikan Si Kecil mendapat asupan air putih yang cukup. Adakah cara agar Si Kecil mau minum air putih sejumlah yang dibutuhkan tubuhnya?

Jumlah cairan yang dibutuhkan Si Kecil bergantung pada beberapa faktor antara lain usia. Untuk usia 0–6 bulan, Si Kecil membutuhkan 0,7 liter cairan per hari. Tentu, pemenuhan kebutuhan ini seluruhnya bersumber dari air susu ibu (ASI).

Sementara itu, kebutuhan Si Kecil berusia 7–12 bulan bertambah menjadi sekitar 0,8 liter per hari. Pada kelompok usia ini, kebutuhan cairan bisa dipenuhi dengan pemberian ASI maupun air putih sebagai MPASI.

Untuk Si Kecil yang berusia 1–3 tahun, kebutuhan cairannya adalah 1,3 liter per hari. Dan, Si Kecil usia 4–8 tahun membutuhkan asupan 1,7 liter cairan per hari.

Lantas, apa yang terjadi jika kebutuhan cairan harian Si Kecil tidak terpenuhi? 

Hasil penelitian memerlihatkan bahwa hilangnya 1% cairan tubuh bisa mengakibatkan Si Kecil mengalami peningkatan suhu tubuh dan rasa haus yang berlebihan. Jika dehidrasi yang dialami lebih hebat lagi, Si Kecil akan mengalami mulut kering, kesemutan, hingga baal pada anggota gerak. Penurunan kesadaran hingga risiko kehilangan nyawa mengintai Si Kecil dengan kondisi dehidrasi hingga 10% cairan tubuh.

Dengan risiko yang tidak main-main maka Ayah dan Bunda harus memastikan Si Kecil mendapatkan asupan harian cairan sesuai anjuran. Umumnya, Si Kecil enggan minum air putih karena rasanya yang hambar. Ia lebih memilih mengonsumsi minuman bercita rasa manis. Meski mungkin jumlah cairan masuk sudah sesuai anjuran tetapi hobi mengonsumsi minuman manis memiliki risiko tersendiri. 

Berdasarkan penelitian di Australia, Si Kecil berusia 4–12 tahun yang hobi konsumsi minuman manis 500 mililiter atau lebih setiap hari berpotensi mengalami obesitas dua kali lebih tinggi saat dewasa kelak. Obesitas berbahaya bagi kesehatan tubuh luar dan dalam karena bisa meningkatkan risiko penyakit berbahaya, seperti diabetes, serangan jantung, dan stroke. 

Tapi membuat Si Kecil menyukai air putih itu sulit, pikir Ayah dan Bunda. Simak strategi jitu di bawah agar Si Kecil termotivasi minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari. 

- Minum harus menyenangkan
Si Kecil biasanya bersemangat jika diberi minuman berwarna seperti sirup atau soda. Nah, Bunda bisa perlakukan air putih seperti minuman berwarna misalnya dengan menyajikannya dingin dengan tambahan es batu. 

- Bentuk kebiasaan baik; konsumsi segelas air putih setelah makan
Pastikan Si Kecil minum segelas air putih tiap kali selesai makan. Ini dapat dijadikan cara untuk memenui kebutuhan cairan harian. 

- Sediakan hanya air putih di rumah
Jika Si Kecil sangat malas minum air putih maka satu-satunya cara adalah membatasi pilihan minumannya. 

- Tawarkan minum sesering mungkin
Ingatkan Si Kecil untuk minum saat ia asyik bermain. Ia membutuhkan air putih untuk menggantikan cairan yang keluar melalui keringat. Pastikan Si Kecil tetap minum di sela waktu bermainnya. 

Walk the talk
Ayah dan Ibu harus memberikan contoh di rumah. Si Kecil akan melihat bahwa Ayah dan Ibu juga menjalankan aturan dan merasakan manfaat dari minum air putih. 

Hal lain yang harus diperhatikan Ayah dan Bunda juga adalah sumber air minum. Berikan sumber air yang baik agar Si Kecil terhindar dari food borne disease, penyakit yang disebabkan oleh makanan atau minuman yang tercemar mikroorganisme. 

Bunda bisa memberikan Si Kecil sumber air Morinaga Heiko+ Water yang diproses dengan teknologi Ultra High Temperature (UHT) dan aseptic filling. Produk ini terjamin kesterilannya karena dikemas dalam botol bebas BPA dan bersegel. Morinaga Heiko+ Water baik digunakan untuk melarutkan susu, MPASI dan makanan Si Kecil tanpa menambahkan adanya interaksi kandungan mineral yang ada dalam susu dan MPASI.

Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil termasuk kebutuhan air minum hariannya, Bunda telah mendukung proses tumbuh kembangnya agar berjalan optimal. 

Bagikan Artikel:
Bagikan Artikel: