Pentingnya Air Putih untuk Kesehatan Si Kecil

Air putih bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun tidak semua orangtua menyadari manfaat air putih yang seungguhnya bagi perkembangan buah hatinya.

Artikel Terbaru
Berapakah Kebutuhan Harian Air Si Kecil?
Tahukah Bunda jika asupan air merupakan salah satu kunci penting dalam proses tumbuh kembang Si Kecil? Kenyataannya, banyak orang tua hanya focus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi saja sehingga kebutuhan airnya seringkali terlewatkan. Apalagi, biasanya Si Kecil baru ingat minum jika ia merasa haus. Kutipan dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memerlihatkan bahwa pada satu tahun pertama hidup Si Kecil persentase jumlah air total dalam tubuhnya adalah 65-80% dari berat badannya. Jumlah ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain usia, massa otot, jenis kelamin, jenis aktivitas, kondisi kesehatan, serta lemak tubuh. Rutin mengonsumsi air sangat dibutuhkan Si Kecil guna memenuhi kebutuhan cairan harian Si Kecil. Hal ini wajib dilakukan untuk mencegah dehidrasi, mendukung proses aktivitas sel tubuh, mencegah terjadinya gangguan pencernaan dan infeksi saluran kemih. Jika Si Kecil kekurangan cairan dalam tubuh, maka akan sangat mengganggu kesehatannya, dan akan muncul gejala tak nyaman seperti mulut kering, kesemutan, merasa kebal/baal pada beberapa bagian tubuh, peningkatan suhu tubuh, hingga mengalami penurunan kesadaran. Si Kecil yang kurang minum air putih juga beresiko memiliki penurunan fungsi kognitifnya. Hal ini dibuktikan berdasarkan studi di Amerika Serikat bahwa anak yang kurang minum air putih bisa memiliki dampak buruk bagi kecerdasannya, karena aliran darah menuju otak akan terhambat yang disebabkan oleh kurangnya cairan tubuh sebagai ‘transportasi’ dan berlanjut pada penurunan konsentrasi anak. Kebutuhan air harian Si Kecil berbeda dengan kebutuhan air harian Ayah dan Bunda. Dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical Kalbe Nutritionals, menyampaikan bahwa bayi dan anak membutuhkan air lima kali lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Wah, kok bisa ya? IDAI dalam situsnya menyatakan bahwa kebutuhan air harian Si Kecil usia 0-1 tahun berkisar antara 700 ml-800 ml; usia 1-3 tahun memerlukan 1300 ml; usia 4-8 tahun memerlukan 1700 ml; usia 9-13 tahun memerlukan 2400 ml (laki-laki) dan 2100 ml (perempuan); usia 14-18 tahun memerlukan 3300 ml (laki-laki) dan 2300 ml (perempuan). Kebutuhan air ini bisa di penuhi dari beragam sumber seperti cairan dari buah, susu, ASI, juga makanan berkuah. Dr. Muliaman Mansyur menyarankan agar Ayah dan Bunda rajin menawarkan air minum kepada Si Kecil. Jangan tunggu sampai ia merasa haus terlebih dulu. Pemberian air juga harus memerhatikan sumber yang baik agar Si Kecil terhindar dari berbagai penyakit yang didapat karena mengonsumsi makanan atau minuman tercemar mikrobapatogen (food borne disease). Virus seperti rotavirus dan bakteri E. coli adalah penyebab terbanyak food borne disease, gejala yang muncul umumnya adalah diare dan muntah. Baca juga: Kualitas Air Minum Menentukan Kesehatan Keluarga Siasat agar Si Kecil Mau Minum Air Putih Bunda dan Ayah bisa menjadi contoh untuk selalu minum air putih, seperti saat selesai makan, bangun tidur, disela-sela bermain, saat bersantai, dan jangan lupa untuk menerangkan manfaat dari mengonsumsi air putih. Terapkan pula bahwa meminum air putih adalah hal penting dan wajib diikuti, sehingga akan menimbulkan kebiasaan untuk selalu minum air putih. Selain itu, Bunda bisa memilih gelas atau botol minum yang menarik untuk Si Kecil, ini akan meningkatkan frekuensi minum air putih karena disimpan dalam botol atau gelas kesayangannya. Namun, perlu diperhatikan juga agar Si Kecil tidak kolik. Menghindarkan Si Kecil dari Bahaya Food Borne Disease Lantas, bagaimana cara melindungi Si Kecil dari food borne disease? Berikan Si Kecil air dari sumber air yang baik. Pastikan air yang dikonsumsi oleh Si Kecil adalah air murni dan steril. Murni artinya bebas mineral dan steril artinya bebas dari kuman sehingga Si Kecil aman terlindungi.  Kini sudah tersedia Morinaga Heiko+ Water, air minum kemasan dari Morinaga Research Center Jepang. Morinaga Heiko+ Water diproduksi melalui proses Ultra High Temperature (UHT) dan Aseptic Filling untuk memastikan air bebas dari bakteri, virus, parasit serta jamur. Morinaga Heiko+ Water dapat digunakan untuk melarutkan makanan dan minuman seperti susu, bubur tanpa mengurangi kandungan apapun yang terkandung di dalamnya, atau dikonsumsi langsung oleh seluruh anggota keluarga. Kemasannya yang BPA free dan bersegel menjamin kesterilan dan keasliannya. Nah, pastikan Bunda memenuhi kebutuhan air harian Si Kecil agar kesehatannya terjaga dan proses tumbuh kembangnya berjalan optimal. Jadi, sudah berapa gelaskah Si Kecil minum hari ini? Baca juga:Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral
Kiat Memilih Air Yang Baik Untuk Si Kecil
Pentingnya Cairan bagi Si Kecil Ada beberapa faktor yang dibutuhkan agar tumbuh kembang Si Kecil menjadi optimal, salah satunya adalah terpenuhinya kebutuhan cairan. Dengan terpenuhi kecukupan cairan maka tubuh Si Kecil terhindar dari dehidrasi, sehingga kesehatannya terjaga baik, termasuk proses aktivitas organ tubuh seperti otak, jantung, ginjal dan saluran cerna menjadi optimal.  Cairan juga sangat penting untuk menjaga kelancaran sirukulasi darah dalam tubuh Si Kecil. Pasalnya, 90% kandungan darah terdiri dari air. Selain itu, air juga akan membantu tubuh untuk mengeluarkan zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan melalui keringat, urine, dan tinja. Manfaat cairan bagi Si Kecil lainnya adalah melancarkan pencernaan. Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat meningkatkan risiko konstipasi pada Si kecil. Jika hal ini dibiarkan, tentu kesehatan tubuh Si Kecil akan terganggu, Bun. Air yang Baik untuk Si Kecil Tahukah Bunda, bahwa memperhatikan dan memberikan kualitas air yang dikonsumsi Si Kecil adalah sangat penting. Tentunya, kita harus memperhatikan sumber air minum yang baik agar manfaat yang didapat maksimal dan Si Kecil terhindar dari berbagai penyakit yang mungkin didapat karena mengonsumsi makanan berkuah atau minuman seperti patogen (food-water borne disease). Menurut dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical Kalbe Nutritionals, tubuh Si Kecil belum siap menerima sembarang asupan air. Air minum yang baik untuk yang diberikan harus bebas dari benda asing, baik dari bakteri maupun partikel atau mineral asing seperti logam. Jadi, pemilihan sumber air untuk Si Kecil harus diperhatikan agar jangan sampai membahayakan kesehatannya. Baca juga: Kualitas Air Minum Menentukan Kesehatan Keluarga Komposisi susu formula mengandung mineral lebih tinggi jika dibandingkan dengan ASI. Oleh karena itu, air yang digunakan untuk menyeduhnya dapat mengunakan air yang bebas mineral agar komposisi nutrisi yang terdapat dalam susu Si Kecil terjaga kemurniannya. Tak hanya itu, sumber air minum yang baik untuk Si Kecil juga harus steril dari kuman agar ia terhindar dari foodborne disease. Makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit bisa membuat Si Kecil diare atau mengalami kelainan saluran cerna. Tak hanya itu, sumber air minum yang baik untuk Si Kecil juga harus bebas atau steril dari kuman agar ia terhindar dari food-water borne disease. Makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit bisa membuat Si Kecil mengalami diare, kelainan saluran cerna dan infeksi lainnya Menurut dr. Muliaman, Bunda harus memerhatikan sumber air yang digunakan. Pastikan sumber air memiliki kualitas baik, bersih, tidak berwarna, dan tidak berbau. Bunda bisa memberikan Si Kecil air murni bebas mineral. “Air murni bebas mineral adalah air yang telah melalui serangkaian proses untuk memisahkan mineralnya. Air ini baik digunakan untuk melarutkan susu, MPASI dan makanan anak tanpa menambahkan adanya interaksi kandungan mineral yang ada dalam susu dan MPASI,” tambah dr. Muliaman. Hal ini sesuai dengan syarat WHO agar menggunakan cairan pelarut susu dan MPASI yang murni sehingga komposisi susu dan MPASI tidak berubah.  Salah satu sumber air yang dapat digunakan untuk sehari-hari termasuk menyeduh susu dan membuat MPASI adalah Morinaga Heiko+ Water. Produk ini adalah air murni pilihan yang diproses dengan teknologi Ultra High Temperature (UHT), yaitu proses pemanasan dengan suhu 141 derajat Celcius selama 60 detik sehingga membuat air murni bebas mineral Morinaga Heiko+ Water bebas virus, jamur bakteri patogen, serta partikel asing seperti logam berat. Selain itu, Morinaga Heiko+ Water juga diproses dengan Aseptic Filling yaitu proses pengisian air yang terjamin steril dan higienis sehingga membuat Morinaga Heiko+ Water aman untuk digunakan melarutkan asupan Si Kecil. Tak hanya itu saja,  air murni bebas mineral ini tak lagi mengandung mineral karena hampir semua sudah dihilangkan melalui proses Superfine Reverse Osmosis. Superfine Reverse Osmosis merupakan teknologi penyaringan untuk menghilangkan makromolekul dan mikromolekul dan mikromolekul yang tidak perlu sehingga menghasilkan air yang murni dan bebas mineral serta mengandung konsentrasi H2O yang tinggi. Selain diproses dengan 8 tahapan teknologi canggih sehingga menghasilkan air murni bebas mineral yang berkualitas, kemasan Morinaga Heiko+ Water juga terbuat dari bahan bebas BPA (Bisphenol-A) dan bersegel sehingga terjamin kesterilan dan keasliannya. Baca juga: Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral Dengan mengetahui syarat-syarat sumber air minum yang baik, sekarang Bunda sudah bisa memilih yang terbaik untuk keluarga. Yuk, terapkan pola hidup sehat dengan memberikan keluarga asupan harian air minum yang baik sesuai kebutuhan yang diambil dari sumber yang aman untuk kesehatan.   
Mengenal Teknologi Produksi Air Murni Bebas Mineral
Manfaat Air bagi Tubuh Manusia Air adalah komponen penting dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, kebutuhan harian air tidak bisa disepelekan. Pemenuhan kebutuhan air dapat mencegah timbulnya beragam gangguan kesehatan. Bahkan manusia bisa bertahan lebih lama hidup tanpa asupan makanan ketimbang asupan cairan. Kekuarangan cairan pada tubuh dapat mengakibatkan dehidrasi dan menjadi pemicu penyakit lainnya yang lebih serius Air sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Salah satunya adalah untuk menjaga suhu tubuh. Ketika suhu tubuh naik, air yang disimpan di lapisan tengah kulit muncul ke permukaan kulit sebagai keringat dan menguap ketika tubuh memanas sehingga mendinginkan suhu tubuh. Air juga sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan serta sebagai media transportasi zat gizi dan oksigen lewat peredaran darah. Air berperan penting untuk sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi dalam tubuh. Selain itu, air juga membantu makanan yang telah dicerna masuk ke dalam usus. Kurangnya mengonsumsi air dapat menyebabkan sembelit atau konstipasi. Konstipasi adalah gangguan pencernaan akibat penurunan kerja usus yang ditandai dengan keluhan susah buang air besar atau BAB tidak lancar dalam jangka waktu tertentu. Jika dibiarkan, sembelit dapat berbahaya bagi tubuh dan menjadi pemicu komplikasi lain yang lebih serius. Baca juga: Penuhi Kebutuhan Mineral Harian Si Kecil Agar Ia Sehat Teknologi Canggih Pengolahan Morinaga Heiko+ Water Air yang baik untuk dikonsumsi dihasilkan oleh serangkaian proses pengolahan air minum yang dimulai dari pemilihan sumber air hingga proses pengemasan. Rangkaian proses tersebut juga diterapkan pada produksi air murni bebas mineral. Berbeda dengan air mineral, air murni bebas mineral diproses dengan mengeluarkan semua kandungan mineral di dalamnya. Head of Medical Kalbe Nutritionals, dr. Muliaman Mansyur, membeberkan perbedaan antara air mineral dan air murni bebas mineral. Air mineral adalah air yang masih mengandung mineral. Mineral ini bisa ditambahkan atau memang merupakan kandungan alami air. Sedangkan air murni bebas mineral adalah air yang tidak mengandung mineral. Dr. Muliaman menambahkan, “Sebenarnya kita tidak pernah tahu seberapa banyak mineral yang terkandung di dalam air mineral dan apa saja manfaatnya. Mineral juga sering ditambahkan ke dalam air kemasan untuk memberikan rasa.” Air murni bebas mineral baik untuk dikonsumsi terutama sebagai pelarut susu dan MPASI Si Kecil. Hal ini disebabkan karena air murni bebas mineral tidak akan mengubah komposisi kandungan mineral yang sudah ada di dalam susu dan makanan Si Kecil dan dapat menjaga kemurnian nutrisi yang terkandung di dalamnya. Morinaga Research Center Jepang memiliki inovasi berupa air murni bebas mineral Morinaga Heiko+ Water, yang sudah melalui 8 tahapan pengolahan sehingga menjamin kualitasnya. Air yang diolah diambil dari artesian water source (dari kedalaman sumber air pegunungan) yang kemudian diproses melalui multistage filtration atau menghilangkan makromolekul yang tidak dibutuhkan. Selain itu, Morinaga Heiko+ Water juga diproses dengan teknologi Super fine reverse osmosis (Super RO) yaitu teknologi penyaringan bertekanan menggunakan membran osmosis untuk menghilangkan makromolekul dan mikromolekul yang tidak perlu, sehingg menghasilkan air yang murni dan bebas mineral serta mengandung konsentrasi H2O yang tinggi.  Proses lainnya dalam proses pengolahan air minum Morinaga Heiko+ Water adalah teknologi UV lamp untuk membunuh mikroba yang masih terdapat di air dan magnet trap untuk menangkap partikel besi sehingga air murni Heiko+ Water bebas dari logam berbahaya. Proses pengolahan air minum Morinaga Heiko+ water lainnya yang tak kalah penting adalah ultra-high temperature (UHT) atau proses pemanasan dengan suhu tinggi selama 60 detik pada suhu 141 ± 2° sehingga menghasilkan air murni bebas mineral yang steril, higienis dan aman untuk Si Kecil. Air kemudian diisi ke dalam botol steril bersegel melalui proses Aseptic Filling sehingga steril, higienis dan terjaga kebersihannya. Dan proses terakhir dalam proses pengolahan air minum Morinaga Heiko+ Water adalah proses kontrol kualitas produksi yang dilakukan secara ketat oleh tim ahli dari Kalbe, Hokkan, dan Morinaga Jepang untuk memastikan produk Morinaga Heiko+ Water selalu terjamin kualitasnya. Baca juga: Kualitas Air Minum Menentukan Kesehatan Keluarga Tentunya, dengan rangkaian proses produksi yang begitu detail, Morinaga Heiko+ Water steril dan higienis karena bebas bakteri, virus, parasit serta jamur. Jika digunakan sebagai pelarut susu atau MPASI, air murni bebas mineral ini tidak akan mengubah komposisi mineral yang telah terkandung dalam bahan makanan.
5 Cara Jitu Agar Si Kecil Banyak Minum Air
Tubuh memerlukan asupan air putih yang cukup setiap harinya agar kesehatan kita tetap terjaga. Ini berlaku pula untuk Si Kecil. Wajar saja karena 75% tubuh Si Kecil terdiri dari air. Namun, banyak Ayah dan Bunda menemui kesulitan saat harus memastikan Si Kecil mendapat asupan air putih yang cukup. Adakah cara agar Si Kecil mau minum air putih sejumlah yang dibutuhkan tubuhnya? Jumlah cairan yang dibutuhkan Si Kecil bergantung pada beberapa faktor antara lain usia. Untuk usia 0–6 bulan, Si Kecil membutuhkan 0,7 liter cairan per hari. Tentu, pemenuhan kebutuhan ini seluruhnya bersumber dari air susu ibu (ASI). Sementara itu, kebutuhan Si Kecil berusia 7–12 bulan bertambah menjadi sekitar 0,8 liter per hari. Pada kelompok usia ini, kebutuhan cairan bisa dipenuhi dengan pemberian ASI maupun air putih sebagai MPASI. Untuk Si Kecil yang berusia 1–3 tahun, kebutuhan cairannya adalah 1,3 liter per hari. Dan, Si Kecil usia 4–8 tahun membutuhkan asupan 1,7 liter cairan per hari. Lantas, apa yang terjadi jika kebutuhan cairan harian Si Kecil tidak terpenuhi?  Hasil penelitian memerlihatkan bahwa hilangnya 1% cairan tubuh bisa mengakibatkan Si Kecil mengalami peningkatan suhu tubuh dan rasa haus yang berlebihan. Jika dehidrasi yang dialami lebih hebat lagi, Si Kecil akan mengalami mulut kering, kesemutan, hingga baal pada anggota gerak. Penurunan kesadaran hingga risiko kehilangan nyawa mengintai Si Kecil dengan kondisi dehidrasi hingga 10% cairan tubuh. Dengan risiko yang tidak main-main maka Ayah dan Bunda harus memastikan Si Kecil mendapatkan asupan harian cairan sesuai anjuran. Umumnya, Si Kecil enggan minum air putih karena rasanya yang hambar. Ia lebih memilih mengonsumsi minuman bercita rasa manis. Meski mungkin jumlah cairan masuk sudah sesuai anjuran tetapi hobi mengonsumsi minuman manis memiliki risiko tersendiri.  Berdasarkan penelitian di Australia, Si Kecil berusia 4–12 tahun yang hobi konsumsi minuman manis 500 mililiter atau lebih setiap hari berpotensi mengalami obesitas dua kali lebih tinggi saat dewasa kelak. Obesitas berbahaya bagi kesehatan tubuh luar dan dalam karena bisa meningkatkan risiko penyakit berbahaya, seperti diabetes, serangan jantung, dan stroke.  Tapi membuat Si Kecil menyukai air putih itu sulit, pikir Ayah dan Bunda. Simak strategi jitu di bawah agar Si Kecil termotivasi minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari.  - Minum harus menyenangkanSi Kecil biasanya bersemangat jika diberi minuman berwarna seperti sirup atau soda. Nah, Bunda bisa perlakukan air putih seperti minuman berwarna misalnya dengan menyajikannya dingin dengan tambahan es batu. - Bentuk kebiasaan baik; konsumsi segelas air putih setelah makanPastikan Si Kecil minum segelas air putih tiap kali selesai makan. Ini dapat dijadikan cara untuk memenui kebutuhan cairan harian. - Sediakan hanya air putih di rumahJika Si Kecil sangat malas minum air putih maka satu-satunya cara adalah membatasi pilihan minumannya. - Tawarkan minum sesering mungkinIngatkan Si Kecil untuk minum saat ia asyik bermain. Ia membutuhkan air putih untuk menggantikan cairan yang keluar melalui keringat. Pastikan Si Kecil tetap minum di sela waktu bermainnya. - Walk the talkAyah dan Ibu harus memberikan contoh di rumah. Si Kecil akan melihat bahwa Ayah dan Ibu juga menjalankan aturan dan merasakan manfaat dari minum air putih.  Hal lain yang harus diperhatikan Ayah dan Bunda juga adalah sumber air minum. Berikan sumber air yang baik agar Si Kecil terhindar dari food borne disease, penyakit yang disebabkan oleh makanan atau minuman yang tercemar mikroorganisme.  Bunda bisa memberikan Si Kecil sumber air Morinaga Heiko+ Water yang diproses dengan teknologi Ultra High Temperature (UHT) dan aseptic filling. Produk ini terjamin kesterilannya karena dikemas dalam botol bebas BPA dan bersegel. Morinaga Heiko+ Water baik digunakan untuk melarutkan susu, MPASI dan makanan Si Kecil tanpa menambahkan adanya interaksi kandungan mineral yang ada dalam susu dan MPASI. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil termasuk kebutuhan air minum hariannya, Bunda telah mendukung proses tumbuh kembangnya agar berjalan optimal. 
Kualitas Air Minum Menentukan Kesehatan Keluarga
Mendapatkan asupan air yang cukup setiap hari adalah kunci penting menjaga kesehatan tubuh Si Kecil. Memilih sumber air minum pun harus yang terjamin kebersihannya agar Si Kecil terbebas dari ancaman kesehatan dan tumbuh kembangnya bisa optimal. Untuk masyarakat perkotaan, umumnya sumber air didapat dari keran, baik yang telalu melalui proses pengolahan berlapis maupun air keran yang bersumber dari tanah. Contoh sumber air lainnya adalah air sumur, sungat, atau danau. Apa pun sumber airnya kita harus memastikan bahwa sumber air yang digunakan terjaga kebersihannya, terutama untuk air yang akan digunakan untuk makan dan minum. Mengapa kita harus memerhatikan kebersihan sumber air? Daya tahan tubuh Si Kecil masih belum sempurna. Ini artinya ia rentan terkena penyakit infeksi yang mungkin saja didapat dari sumber air yang tidak terjamin kebersihannya. Jika di rumah Bunda memakai sumber air tanah maka pastikan letak sumber air cukup jauh dari septic tank atau tempat pembuangan sejenis. Apabila jarak terlalu dekat, maka sumber air berisiko terkontaminasi bakteri E. Coli atau Salmonella typhi. Kedua jenis bakteri ini dikenal sebagai penyebab terjadinya diare, gangguan saluran cerna, hingga demam tifoid. Apa yang harus dilakukan agar keluarga, terutama Si Kecil, mengonsumsi air minum dari sumber air yang aman? Ayah dan Bunda bisa memerhatikan beberapa hal berikut.1. Pastikan letak sumber air tanah cukup jauh dari tempat pembuangan atau septic tank2. Apabila di rumah menggunakan sumber air permukaan, misalnya laut, sungai, atau danau, maka pastikan sumber air terletak jauh dari pabrik atau industri sejenis.3. Jangan lalai untuk memeriksa kondisi air. Ciri air bersih adalah jernih, tidak ada serpihan benda asing, tidak berbau serta tidak mengandung endapan.4. Rebus air hingga benar-benar mendidih sebelum digunakan sebagai air minum keluarga.5. Pastikan tempat penyimpanan air minum selalu bersih dan tertutup rapat untuk menghindari kontaminasi. Untuk memastikan Si Kecil mendapatkan kebaikan air dari sumber yang aman, Bunda bisa memberikannya Morinaga Heiko+ Water. Produk ini adalah salah satu inovasi Morinaga Research Center Jepang, Morinaga Heiko+ Water adalah air minum dalam kemasan yang praktis dan bebas kandungan mineral. Morinaga Heiko+ Water pasti steril dan higienis karena melalui delapan tahapan proses sebelum dikemas ke dalam botol bebas BPA. Proses tersebut membuat produk ini bebas dari bahan kimia berbahaya. Morinaga Heiko+ Water juga bisa digunakan sebagai air murni untuk melarutkan susu atau bubur Si Kecil karena tidak akan memengaruhi komposisi mineral di dalam makanan. Dua faktor penting menjaga kesehatan adalah kebersihan dan keamanan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, hal ini termasuk juga air minum. Pastikan Si Kecil hanya mengonsumsi air minum dari sumber yang terjamin steril agar tumbuh kembangnya optimal.
Mengapa Bunda Harus Paham Aturan Pemberian Air Putih Untuk Si Kecil
Manfaat Air bagi Si Kecil Air adalah salah satu zat yang dibutuhkan tubuh, termasuk pada Si Kecil. Air putih memiliki banyak manfaat antara lain meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga suhu tubuh agar tetap stabil. Air putih juga sangat bermanfaat untuk memaksimalkan fungsi kerja otak karena kehilangan sedikit saja cairan, dapat memengaruhi kinerja otak seperti gangguan konsentrasi dan suasana hati, serta sakit kepala. Kurangnya asupan air putih bisa menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan risiko sembelit. Dehidrasi adalah kondisi tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripda yang didapatkan, sehingga tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kondisi ini dibedakan menjadi dehidrasi ringan dan sedang yang dapat segera diatasi dengan minum air. Sedangkan pada dehidrasi berat, penanganannya harus dengan pertolongan medis. Bunda pasti tidak mau hal ini terjadi pada Si Kecil, kan? Jadi, meski sering dianggap tidak memiliki nutrisi, namun air putih yang baik tetap memiliki peran penting untuk kesehatan Si Kecil sehingga kebutuhan minum Si Kecil setiap hari harus terpenuhi. Pemberian Air Putih yang Tepat untuk Si Kecil Setelah usia Si Kecil menginjak 6 bulan Bunda harus mulai memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI). MPASI merupakan salah satu sumber nutrisi yang penting bagi Si Kecil yang berusia 6 bulan ke atas. Selain itu, pemberian MPASI pada Si Kecil juga dapat melatih lidah serta gigi Si kecil dengan mengeksplor berbagai macam rasa dan tekstur. Namun, selain memerhatikan bahan, tekstur, dan juga rasa MPASI untuk Si kecil, penting bagi Bunda untuk memahami bahwa air pelarut yang digunakan untuk melarutkan MPASI juga harus steril dan higienis. Namun tak hanya itu saja, Bun. Sebaiknya Bunda juga memilih air pelarut MPASI yang murni dan bebas mineral agar kandungan nutrisi pada MPASI Si Kecil terjaga kemurniannya. Pada periode MPASI, biasanya Si Kecil juga diperkenalkan pada air putih. Untuk itu, Bunda perlu memahami aturan pemberian air putih pada anak usia 6 bulan ke atas agar air minum yang dikonsumsi Si Kecil tidak mengganggu pertumbuhannya. Perlu Bunda cermati bahwa saluran pencernaan Si Kecil masih belum sempurna dan sangat rentan terhadap berbagai zat yang masuk kedalamnya, termasuk air putih. Untuk itu, Bunda perlu memerhatikan aturan pemberian air putih untuk Si Kecil. Dalam pemberian  air putih yang baik untuk dikonsumsi Si Kecil haruslah bersih dan aman, bebas dari kuman dan bakteri. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyarankan bahwa air putih yang baik untuk Si Kecil harus bersih dan aman, bebas dari kontaminan yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Baca juga: Kiat Memilih Air Yang Baik Untuk Si Kecil Air Kemasan yang Baik untuk Pelarut Asupan Si Kecil Sudah menjadi hal umum di masyarakat untuk mengonsumsi air putih dalam kemasan. Produk ini biasanya mengandung sejumlah mineral seperti sodium, kalsium, dan sulfat dalam kadar tertentu. Bunda harus cermati label komposisi kandungan air kemasan karena bukan tidak mungkin produk tersebut mengandung mineral dengan kadar tinggi. Apabila terlalu banyak diberikan kepada Si Kecil, bukan tidak mungkin ia mengalami kelebihan mineral dalam tubuhnya. Tak hanya itu, air kemasan seringkali tidak sepenuhnya bebas bakteri karena pembuatannya tidak melalui proses sterilisasi. Tentunya untuk saluran cerna Si Kecil yang belum sempurna hal ini berisiko menimbulkan infeksi.  Para ahli tetap menyarankan penggunaan air biasa (plain water atau tap water) untuk konsumsi sehari-hari. Namun, air harus direbus terlebih dulu hingga mendidih, kemudian simpan dalam wadah steril setelah suhunya turun. Ini diharapkan dapat menekan risiko Si Kecil terkena food borne disease. Baca juga: Penuhi Kebutuhan Mineral Harian Si Kecil Agar Ia Sehat Cara lain untuk melindungi Si Kecil darifood borne disease adalah dengan memberikannya air putih yang baik dan tentunya yang murni dan steril. Murni berarti bebas mineral dan steril artinya bebas dari kuman. Morinaga Heiko+ Water diproduksi melalui proses Ultra High Temperature (UHT),  yaitu proses pemanasan dengan suhu 141 derajat Celcius selama 60 detik sehingga membuat air murni bebas mineral Morinaga Heiko+ Water bebas virus, jamur bakteri patogen, serta partikel asing seperti logam berat. Selain itu, Morinaga Heiko+ Water juga diproses dengan Aseptic Filling yaitu proses pengisian air yang terjamin steril dan higienis sehingga membuat Morinaga Heiko+ Water aman untuk digunakan melarutkan asupan Si Kecil. Morinaga Heiko+ Water bisa digunakan untuk melarutkan makanan dan minuman seperti susu, bubur, atau dikonsumsi langsung oleh seluruh anggota keluarga. Kesterilan produk ini juga dijamin oleh kemasannya yang sudah bebas BPA (Bisphenol-A). Asupan harian air putih yang baik berperan penting dalam tumbuh kembang Si Kecil oleh karena itu Bunda harus mengetahui aturan pemberian serta syarat air putih yang aman dikonsumsi keluarga.